Articles on pangan
Displaying 1 - 20 of 33 articles
Sulit untuk mengindahkan adanya tendensi permainan dagang. Walaupun demi stabilisasi harga, namun angka 250 ribu ton tergolong fantastis untuk dikelola oleh BUMN.
Separuh warga Indonesia kesulitan membeli pangan sehat. Pemerintah harus lebih serius membenahi sistem pangan nasional.
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Penerapan MBG pada lansia tidak hanya harus memenuhi gizi, tetapi juga pengobatan dan aktivitas fisik.
Petani kecil sulit mengakses pasar organik karena sertifikasi formal mahal dan kaku. Skema PGS (Participatory Guarantee System) menawarkan alternatif murah.
Sejak era Soeharto hingga Prabowo, proyek ‘food estate’ selalu gagal, dan justru mewariskan jejak panjang kerugian lingkungan, sosial serta ekonomi.
Lembaga filantropi banyak berkontribusi dalam ketahanan pangan,namun mereka sendiri juga menghadapi tantangan keberlanjutan.
Indonesia punya peluang besar berjaya di kancah dunia lewat pengembangan riset biodiversitas.
Indonesia masih mengandalkan proses kerja manual dalam mengelola pertaniannya. Digitalisasi perlu diperkuat demi mencegah penurunan produktivitas dan ancaman kerawanan pangan.
Wakil tim sukses calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2, Grace Natalie, mengkalim kita kekurangan lahan pertanian dan terancam krisis pangan. Tepatkah pernyataannya?
Data mining memainkan peran penting dalam memastikan pengelolaan irigasi yang lebih baik untuk mengevaluasi konsumsi air untuk menaikkan efisiensi.
Sistem pangan lokal bisa menopang sistem pangan nasional Indonesia yang selama ini masih terpusat.
Kita perlu mengendalikan populasi keong mas agar tidak merusak kehidupan manusia. Perubahan iklim juga meningkatkan populasi keong mas.
Memahami dan menghargai potensi dan tantangan teknologi CRISPR/Cas9 adalah kunci untuk memanfaatkan teknologi ini secara efektif dan etis.
Semakin kompleksnya teknologi yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman, juga menimbulkan permasalahan baru dalam hal keamanan pangan.
Perbedaan data tersebut disebabkan oleh cara perhitungan stok beras antara Bulog dan Kementerian Pertanian.
Ketimbang menjadikan beras sebagai musuh diabetes secara total dengan peralihan pada sumber diet alternatif rendah karbohidrat, sesungguhnya ada beberapa jalan keluar.
Sebelum “hegemoni” beras, masyarakat suku Tolaki mengenal tanaman sagu sebagai bahan pangan pokok. Sayangnya, politik pangan membuat sagu perlahan-lahan tersisihkan.
Seharusnya penguatan sistem keamanan pangan nasional dijadikan kunci dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis bawaan makanan.
Sistem pangan global kurang memiliki ketahanan akibat terlalu fokus untuk menjaga harga tetap murah.
















