Articles on Padi
Displaying all articles
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Sejak era Soeharto hingga Prabowo, proyek ‘food estate’ selalu gagal, dan justru mewariskan jejak panjang kerugian lingkungan, sosial serta ekonomi.
Dengan tidak bergantung pada beras, masyarakat dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan dan terjaga dari fluktuasi harga dan membangun ekonomi regional
Perbedaan data tersebut disebabkan oleh cara perhitungan stok beras antara Bulog dan Kementerian Pertanian.
Penelitian awal menunjukkan petani di Jawa Barat bisa bertahan menghadapi risiko perubahan iklim, seperti gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama.
Tanpa data dan informasi sumberdaya lahan dan tanah yang akurat, detail dan akuntabel peningkatan produksi pertanian tidak optimal. Akibatnya ketahanan pangan penduduk Indonesia menjadi taruhannya.
Tak hanya di Indonesia, motode sederhana dan kuat ini dapat dipakai di seluruh Asia Tenggara, dan dapat digunakan sebagai alternatif selain survei lapangan yang memakan waktu dan ongkos mahal.
Ulat grayak jagung (yang juga memakan padi) telah menyebar ke seluruh Asia dalam setahun. Sekarang, mereka sudah ditemukan di separuh provinsi di Cina.
Pada lahan sawah bukaan baru belum terbentuk lapisan tapak bajak yang kedap air. Diperlukan air yang banyak melalui sistem irigasi teknis agar kebutuhan air terpenuhi.
Jika lahan sawah terus berkurang, produksi padi akan turun, stabilitas pangan untuk rakyat terancam. Sayangnya selama puluhan tahun, data lahan tidak akurat.
Jika tanah selalu ditanami terus menerus maka tidak ada waktu untuk istirahat untuk memulihkan energi. Kebutuhan nutrisi tanaman berkurang dan perlu ditambah.
Meningkatnya level karbon dioksida menyebabkan kandungan vitamin dan nutrien dalam padi menurun. Ini bisa memperparah masalah kelaparan dan gizi buruk.











