Articles on Beras
Displaying all articles
Mengacu pada data historis 1961–2025, laju pertumbuhan PDB Nasional melambat rata-rata 1,48% pada 13 dari 20 tahun kejadian El Niño sejak 1961.
Pertanian cerdas iklim mencakup berbagai strategi, mulai dari penggunaan varietas tanaman yang tahan panas, pengelolaan air yang lebih efisien, hingga pemanfaatan pupuk secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Separuh warga Indonesia kesulitan membeli pangan sehat. Pemerintah harus lebih serius membenahi sistem pangan nasional.
Sejak era Soeharto hingga Prabowo, proyek ‘food estate’ selalu gagal, dan justru mewariskan jejak panjang kerugian lingkungan, sosial serta ekonomi.
Dengan tidak bergantung pada beras, masyarakat dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan dan terjaga dari fluktuasi harga dan membangun ekonomi regional
Kegandrungan orang Indonesia dengan beras sudah dirintis sejak zaman klasik. Bisakah kita membalik keadaan?
Dampak cuaca ekstrem sebenarnya dapat kita redam dengan adaptasi iklim yang memadai.
Wakil tim sukses calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2, Grace Natalie, mengkalim kita kekurangan lahan pertanian dan terancam krisis pangan. Tepatkah pernyataannya?
Sistem pangan lokal bisa menopang sistem pangan nasional Indonesia yang selama ini masih terpusat.
Agar Bulog dapat menyerap beras dari petani dan menekan harga di pasaran, pemerintah terus berupaya mengutak-atik harga pembelian pemerintah (HPP). Padahal, penyebab tingginya harga beras tak sesederhana itu.
Perbedaan data tersebut disebabkan oleh cara perhitungan stok beras antara Bulog dan Kementerian Pertanian.
Ketimbang menjadikan beras sebagai musuh diabetes secara total dengan peralihan pada sumber diet alternatif rendah karbohidrat, sesungguhnya ada beberapa jalan keluar.
Studi saya menemukan, temperatur di Wonogiri, Jawa Tengah, akan naik 1.3 - 2.0 °C sehingga mengubah pola hujan . Akibatnya, produksi beras akan berkurang sekitar 2,56 - 11,77 persen pada 2050 .
Tanpa data dan informasi sumberdaya lahan dan tanah yang akurat, detail dan akuntabel peningkatan produksi pertanian tidak optimal. Akibatnya ketahanan pangan penduduk Indonesia menjadi taruhannya.
Tak hanya di Indonesia, motode sederhana dan kuat ini dapat dipakai di seluruh Asia Tenggara, dan dapat digunakan sebagai alternatif selain survei lapangan yang memakan waktu dan ongkos mahal.
Pada lahan sawah bukaan baru belum terbentuk lapisan tapak bajak yang kedap air. Diperlukan air yang banyak melalui sistem irigasi teknis agar kebutuhan air terpenuhi.
Jika lahan sawah terus berkurang, produksi padi akan turun, stabilitas pangan untuk rakyat terancam. Sayangnya selama puluhan tahun, data lahan tidak akurat.
Calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan terus berjanji mencapai swasembada beras, tetapi sepertinya hal tersebut bukan solusi terbaik.
Jika tanah selalu ditanami terus menerus maka tidak ada waktu untuk istirahat untuk memulihkan energi. Kebutuhan nutrisi tanaman berkurang dan perlu ditambah.
Meningkatnya level karbon dioksida menyebabkan kandungan vitamin dan nutrien dalam padi menurun. Ini bisa memperparah masalah kelaparan dan gizi buruk.



















