Articles on Petani
Displaying 1 - 20 of 32 articles
NTT terancam kekeringan dan krisis air akibat El Niño. Kembali beroperasinya izin tambang semakin memperburuk keadaan.
Agar EUDR berhasil, penundaan ini harus menjadi pendorong bagi reformasi politik dan praktis — sehingga membuka jalan bagi kemajuan yang nyata bagi hutan, petani, serta perdagangan yang benar-benar transparan dan adil.
Selain strongyloidiasis, peneliti menemukan kasus cacingan lain di Kalimantan Selatan. Kondisi sosial dan lingkungan perbesar risiko warga terkena cacingan.
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Pembahasan mengenai green job masih menjadi sub pembahasan dalam dokumen kebijakan yang masih cenderung makro tanpa turunan kebijakan teknis yang komprehensif.
Petani kecil sulit mengakses pasar organik karena sertifikasi formal mahal dan kaku. Skema PGS (Participatory Guarantee System) menawarkan alternatif murah.
Jika tidak bisa memenuhi standar UE, niatan diversifikasi pasar ekspor dan perbaikan nasib petani kecil akan sia-sia belaka.
IEU-CEPA membuka akses ekspor besar bagi Indonesia, namun menuntut reformasi menyeluruh pada tata kelola industri, agar sesuai dengan standar Uni Eropa.
Transisi energi bisa berdampak negatif terhadap kelompok rentan seperti petani dan nelayan jika dilakukan secara terburu-buru, tanpa adaptasi dan jaringan pengaman.
Petani bergulat dengan tantangan perubahan iklim, mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan.
Para petani kopi Gayo menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim yang menyebabkan produktivitas menurun, hingga sistem pasar yang tidak berpihak pada mereka.
Lembaga filantropi banyak berkontribusi dalam ketahanan pangan,namun mereka sendiri juga menghadapi tantangan keberlanjutan.
Jagung ternyata memiliki nilai ekonomis multisektor yang strategis bagi ekonomi nasional.
Karena praktik-praktik tak berkelanjutan, sistem pertanian Indonesia sangat rapuh di segala sisi.
Cak Imin menyinggung strategi lumbung pangan pemerintah yang mengulang kegagalan Orde Baru. Seperti apa sebetulnya realisasi program ‘food estate’ ini?
Indonesia masih mengandalkan proses kerja manual dalam mengelola pertaniannya. Digitalisasi perlu diperkuat demi mencegah penurunan produktivitas dan ancaman kerawanan pangan.
Betulkah kita kekurangan petani muda karena tak ada insentif?
Kita perlu mengendalikan populasi keong mas agar tidak merusak kehidupan manusia. Perubahan iklim juga meningkatkan populasi keong mas.
Minyak kelapa sawit digunakan di separuh produk yang dijual di supermarket global. Mayoritasnya berasal dari Indonesia dan ditanam di perkebunan yang tidak efisien, tapi menempati lahan sangat luas.
Petani pegang peranan besar dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayah pedesaan. Sayangnya, para pekerja sektor pertanian masih jauh dari sejahtera.


















