Articles on Perubahan iklim
Displaying 1 - 20 of 340 articles
Kerentanan banjir rob di Pekalongan tidak terbagi secara adil antara laki-laki dan perempuan. Namun, isu ini tidak juga sesederhana “perempuan lebih menderita.” Lampu sorot kebijakan iklim harus diarahkan pada proporsional, berdasarkan tingkat risiko dan kesulitan yang dialami di tiap kelompok masyarakat.
Riset membuktikan bahwa praktik agroforestri yang sesuai konteks lokal dan peka gender mampu memperkuat ketangguhan sosio-ekologis warga pulau kecil.
Kebakaran gambut sempat mereda, namun keberlanjutan restorasi kini menjadi tanda tanya sejak masa tugas BRGM berakhir pada 2024, dan tugasnya dialihkan.
Karbon biru tidak hanya sekadar menghitung karbon. Ia memerlukan tata kelola, pembiayaan, kebijakan, dan praktik. Pada akhirnya, keberhasilan bergantung pada manusia dan keterampilan mereka.
NTT terancam kekeringan dan krisis air akibat El Niño. Kembali beroperasinya izin tambang semakin memperburuk keadaan.
Sebagian besar emisi karbon berasal dari perusahaan dan sektor industri berbasis bahan bakar fosil (seperti minyak, gas, batu bara, dan semen), sehingga perubahan perilaku individu saja—misalnya membawa tumbler—tidak cukup menyelesaikan masalah.
Nasib para pengemudi ojol semakin rentan akibat cuaca ekstrem. Sementara algoritma platform buta iklim.
Anak-anak dan kaum muda sebenarnya peka terhadap perubahan lingkungan di sekitar mereka. Namun, tidak semua anak dan kaum muda menyebut pengalaman itu sebagai ketidakadilan iklim. Mengapa?
Banyak terumbu karang di Indonesia tetap stabil meskipun telah terjadi pemanasan laut selama puluhan tahun. Namun, ketahanan ini ada batasnya.
CC BY46.5 MB (download)
Anak-anak dan orang muda, terutama dari masyarakat miskin, adalah kelompok paling terdampak krisis iklim. Mereka akan mengalami fenomena slow onset climate change, di mana dampak perubahan iklim tidak langsung terasa sekaligus, tetapi terjadi sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang panjang.
Menghindari skenario terburuk iklim bukanlah kesalahan ilmu pengetahuan seperti tuduhan skeptis Donald Trump, melainkan bukti keberhasilan aksi iklim.
Riset: Pelaporan isu iklim di daerah masih cenderung reaktif, terutama saat muncul tekanan sosial-lingkungan atau demi menjaga kepercayaan publik.
Perempuan dan orang muda di pesisir kerap diselebrasi karena ketangguhannya menghadapi krisis iklim. Namun, di balik resiliensi itu, terdapat ketimpangan, eksklusi, dan keterpaksaan untuk bertahan.
Pertemuan iklim di Santa Marta menunjukkan bahwa banyak negara ingin melanjutkan rencana untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, sekali dan untuk selamanya.
Kenaikan suhu tak hanya soal lingkungan, tetapi juga menekan produktivitas UMKM. Studi terbaru menunjukkan pendapatan usaha kecil & menengah di Indonesia bisa turun hingga 14% akibat panas ekstrem.
ITCZ bukan sekadar istilah cuaca, melainkan sabuk hujan tropis yang menentukan kapan Indonesia basah atau kering. Memahami pergeserannya penting untuk memetakan risiko krisis air dan bencana di masa depan.
Program JETP senilai Rp338,2 triliun belum memberikan hasil signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa dana tersebut dialihkan untuk studi kelayakan dan kepentingan donor, bukan energi hijau lokal.
Pertanian cerdas iklim mencakup berbagai strategi, mulai dari penggunaan varietas tanaman yang tahan panas, pengelolaan air yang lebih efisien, hingga pemanfaatan pupuk secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Regenerasi bukan sekadar pergantian orang pelaku usaha, melainkan proses membangun paradigma baru tentang kerja maritim yang modern, berkelanjutan, dan membanggakan.
Indonesia tidak kekurangan strategi adaptasi menghadapi krisis iklim. Namun kebijakan adaptasi iklim masih saja ‘top-down’, belum mengakui dan melibatkan praktik komunitas.



















