Articles on Pertanian
Displaying 1 - 20 of 45 articles
Agar EUDR berhasil, penundaan ini harus menjadi pendorong bagi reformasi politik dan praktis — sehingga membuka jalan bagi kemajuan yang nyata bagi hutan, petani, serta perdagangan yang benar-benar transparan dan adil.
PBB, FAO, dan negara sebenarnya telah memiliki panduan dasar untuk pengembangan program food estate. Tapi implementasinya masih jauh api dari panggang.
Separuh warga Indonesia kesulitan membeli pangan sehat. Pemerintah harus lebih serius membenahi sistem pangan nasional.
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Sejak era Soeharto hingga Prabowo, proyek ‘food estate’ selalu gagal, dan justru mewariskan jejak panjang kerugian lingkungan, sosial serta ekonomi.
Dengan tidak bergantung pada beras, masyarakat dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan dan terjaga dari fluktuasi harga dan membangun ekonomi regional
Beberapa elemen Pranata Mangsa tidak dapat diukur secara ilmiah, khususnya yang terkait ritual dan kepercayaan masyarakat
Transisi energi bisa berdampak negatif terhadap kelompok rentan seperti petani dan nelayan jika dilakukan secara terburu-buru, tanpa adaptasi dan jaringan pengaman.
Anak muda pedesaan di Indonesia menghadapi dilema. Tak punya tanah untuk bertani, sementara pilihan pekerjaan lain terbatas. Banyak yang menjadi buruh kasar.
Sampai saat ini belum ada program yang mampu menghidupkan kembali fungsi handil. Negara semestinya mengakui peran pengetahuan lokal dalam mengelola lanskap gambut.
Petani bergulat dengan tantangan perubahan iklim, mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan.
Pestisida konvensional memiliki dampak merugikan bagi manusia maupun lingkungan. Pestisida RNA menawarkan alternatif membasmi hama dengan lebih aman dan ramah lingkungan.
Karena praktik-praktik tak berkelanjutan, sistem pertanian Indonesia sangat rapuh di segala sisi.
Lebih dari 100 juta jiwa akan terdampak kekeringan luar biasa, panas menggila di perkotaan, ditambah risiko banjir bandang dan longsor di dataran tinggi.
Melalui pertanian lestari, perempuan bisa memastikan anggota keluarga mendapatkan asupan makanan sehat tanpa mencederai alam sebagai sumber penyedianya.
Indonesia masih mengandalkan proses kerja manual dalam mengelola pertaniannya. Digitalisasi perlu diperkuat demi mencegah penurunan produktivitas dan ancaman kerawanan pangan.
Wakil tim sukses calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2, Grace Natalie, mengkalim kita kekurangan lahan pertanian dan terancam krisis pangan. Tepatkah pernyataannya?
Betulkah kita kekurangan petani muda karena tak ada insentif?
Cawapres Muhaimin Iskandar mempertanyakan mengapa kita perlu beli alat perang sementara kita kita tidak sedang berperang. Sebaiknya utang digunakan untuk alat pertanian. Benarkah demikian?
Jika penggunaan pestisida ini tidak diawasi dan dikontrol dengan baik, dapat menjadi risiko gangguan ekosistem air dan pertanian.



















