Articles on Kesetaraan gender
Displaying 1 - 20 of 85 articles
Para perempuan pembatik harus melewati proses panjang pembuatan batik mulai dari menjemur, memilah bahan, hingga risiko gagal warna yang luput dari sorotan.
Perempuan peneliti di Indonesia menghadapi berbagai tantangan serius. Mulai dari tuntutan akademis yang tinggi, stigma sosial, hingga ‘double glass ceiling’.
Perempuan sulit berkarier di STEM bukan karena kurang mampu, tetapi karena norma kepantasan membatasi suara, mobilitas, dan kepemimpinan. Tanpa perubahan sistem, kesetaraan hanyalah slogan.
Norma dan sistem yang tidak mendukung membuat laki-laki semakin sulit untuk terlibat secara penuh dalam pekerjaan rumah tangga
Perempuan masih harus berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan sebagai seniman, produser, penata suara, dan teknisi rekaman.
Rezim Prabowo mencerminkan politik yang maskulin dan paternalistik. Ini terwujud dalam penguatan militerisme, pemerintahan antikritik, dan kebijakan gender simbolis.
Ada segelintir pemimpin lokal yang berkomitmen terhadap lingkungan justru makin kuat jika digabung dengan keberpihakan pada kelompok rentan.
Skema perlindungan jaminan kesehatan dan sosial bagi sebagian pekebun perempuan terhalang status ketenagakerjaan informal.
Temuan dari Timor-Leste soal investasi pendidikan pada anak perempuan menunjukkan pentingnya memahami konteks sosial dalam merancang kebijakan pendidikan yang setara dan inklusif.
Terkadang sulit untuk menyadari bentuk ketidakadilan gender di sekitar kita.
Bianca Censori bukan tak mengenakan apa-apa di Grammys; ia mengenakan gaun yang menunjukkan segalanya. Hal tersebut memiliki perbedaan signifikan.
Meskipun perjuangan kesetaran gender di era Prabowo akan melalui jalan yang terjal, namun masih ada secercah harapan.
Keterlibatan perempuan dalam STEM akan membuka jalan bagi kesetaraan gender dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan umat manusia.
Alih-alih menjadi pemborosan anggaran, cuti ayah bagi ASN justru akan membantu perekonomian keluarga, mendukung kesehatan ibu dan perkembangan bayi, serta menormalisasi kesetaraan peran pengasuhan.
Tingkat kenaikan partisipasi perempuan yang masuk di bidang STEM masih sangat lambat. Apa saja faktor penyebabnya?
Kesetaraan gender di pendidikan tinggi juga dapat dicapai melalui pengarusutamaan fasilitas fisik sadar gender. Bagaimana caranya?
Laki-laki dan perempuan menghadapi tekanan sosial yang berbeda dalam hal menjadi orang tua.
Perempuan masih terpinggirkan dalam kegiatan perekonomian. Pemerintah perlu menyusun kerangka ekonomi peka gender untuk memberdayan potensi mereka.
Masyarakat yang tidak inklusif rentan terhadap konflik, ketidakstabilan, dan ketidakadilan. Salah satu cara untuk mengatasai hal ini adalah mengintegrasikan GESI dengan pendidikan.
Dharma Wanita merupakan warisan Orde Baru yang melanggengkan patriarki melalui ideologi Ibuisme. Mampukah organisasi ini menjadi lebih progresif di era sekarang?



















