Articles on Kesetaraan gender
Displaying 61 - 80 of 85 articles
Penelitian kami di Jawa Timur menemukan masih ada diskriminasi dan marginalisasi gender di sektor pertanian dan peternakan.
Mainan baru yang netral adalah kemajuan, tapi butuh usaha lebih dari itu.
Perempuan muda di Indonesia memainkan peran signifikan dalam ranah sosial dan politik. Sayangnya, mereka sering dipandang sebelah mata.
Kita kehilangan kesempatan melibatkan dan menggunakan pengetahuan perempuan dalam mitigasi perubahan iklim.
Komnas Perempuan telah mewujudkan diri sebagai tempat berteduh dan bersandar bagi perempuan maupun kelompok marjinal lain.
Perempuan rata-rata bergaji lebih rendah di banding pria, namun bagi wanita di bawah usia 30 tahun perbedaan ini semakin mencolok dan mencapai 27.60%.
Peran gender yang tidak dipertanyakan dan dibebankan kepada tenaga kesehatan perempuan memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan karier mereka.
Di pesantren, kesetaraan gender masih dipahami sebagai nilai baru yang disuarakan oleh dunia Barat, bahkan dikhawatirkan dapat merusak tradisi yang telah mapan.
Stereotip janda melekat ke kehidupan perempuan Indonesia yang terpinggirkan di komunitasnya, memaksa mereka untuk menjalani kehidupan sulit.
Identifikasi dan mengatasi hambatan untuk mencapai partisipasi yang setara dalam kehidupan sosia dan ekonomi dapat meningkat taraf hidup masyarakat pesisir.
Seperempat laki-laki pernah memperkosa atau memaksa perempuan untuk berhubungan seksual.
Para pekerja perempuan di balik toko online berada di dalam kondisi kerja yang penuh kerentanan.
Pemenuhan kuota 30% harus terus didorong dan kualitas anggota legislatif perempuan diperbaiki.
Kemenangan perempuan Arab Saudi terus berlanjut; mereka kini diperbolehkan punya paspor dan bepergian tanpa ijin wali lelaki. Perjuangan mereka menuntut haknya tidak akan selesai sampai disini.
Mahkamah Agung tampaknya mengingkari produk hukumnya sendiri lewat putusan terbarunya dalam kasus Baiq Nuril Maknun. MA memiliki pedoman tentang mengadili perkara terkait perempuan.
Interaksi antara tujuh variabel sosio-politik yang ternyata mempengaruhi tingkat perwakilan perempuan di parlemen nasional.
Sebuah survei yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan semakin fleksibel peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, maka akan semakin bahagia kehidupan mereka dalam keluarga.
Pekerja rumahan adalah penopang perekonomian yang diabaikan keberadaanya. Konsekuensinya, hak mereka banyak dilanggar.
Islam mengajarkan kasih sayang dan kebaikan, maka pemerkosaan dalam perkawinan, yang juga banyak terjadi di Indonesia, jelas dilarang agama.
Memasuki milenium ketiga, dunia perfilman Indonesia mulai memperkenalkan gagasan maskulinitas laki-laki baru. Dari Rangga hingga Khudori, mereka laki-laki yang menantang konsep Bapakisme Orde Baru.


















