Articles on Maskulinitas

Displaying all articles

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2025. Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Gaya maskulin pemerintah memulihkan bencana Sumatra: Hanya mau mengatur, tapi enggan menafkahi dan melindungi

Inilah ‘toxic masculinity’, ketika pemerintah merasa jadi ‘bapak’ yang berusaha keras mengendalikan semuanya, padahal kapasitas materialnya dalam melindungi warga dipertanyakan.
Seorang perempuan dari kalangan Aliansi Perempuan Indonesia melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 3 September 2025. AnharRizki/Shutterstock

Rezim Prabowo: Politik maskulin paternalistik, kesetaraan gender hanya omon‑omon

Rezim Prabowo mencerminkan politik yang maskulin dan paternalistik. Ini terwujud dalam penguatan militerisme, pemerintahan antikritik, dan kebijakan gender simbolis.
Jacob Elordi as Nate in Euphoria. HBO.

Apa itu ‘toxic masculinity’ dan dari mana asalnya?

Toxic masculinity telah digunakan untuk menjelaskan segala hal, seperti terpilihnya Donald Trump menjadi presiden di Amerika Serikat. Tapi apa arti sebenarnya dari istilah toxic masculinity?
Ilustrasi laki-laki setara dengan perempuan. Freepik

Benarkah parkir khusus perempuan kontradiktif dengan kesetaraan gender? Ternyata masih banyak salah kaprah tentang feminisme

Pandangan umum – yang salah dan menyesatkan – soal feminisme adalah saat esensi kesetaraan gender hanya dilihat ketika perempuan bisa melakukan hal-hal yang sama seperti laki-laki.
Tokoh utama pria “Ada Apa Dengan Cinta” (2002) Rangga, diperankan oleh aktor Nicholas Saputra, adalah proto-laki-laki baru. Miles Films

Dari Rangga ke Khudori, ‘laki‑laki baru’ di film Indonesia

Memasuki milenium ketiga, dunia perfilman Indonesia mulai memperkenalkan gagasan maskulinitas laki-laki baru. Dari Rangga hingga Khudori, mereka laki-laki yang menantang konsep Bapakisme Orde Baru.

Top contributors

More