Articles on Peran gender
Displaying all articles
Norma dan sistem yang tidak mendukung membuat laki-laki semakin sulit untuk terlibat secara penuh dalam pekerjaan rumah tangga
Keterlibatan perempuan dalam STEM akan membuka jalan bagi kesetaraan gender dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan umat manusia.
Generasi muda saat ini kian memprioritaskan karir, pendidikan, dan pengembangan diri dibandingkan berkeluarga. Mengapa?
Aksi iklim dan kesadaran lingkungan masyarakat, khususnya perempuan, dipicu oleh aktivitas keagamaan seperti pengajian dan obrolan sehari-hari.
Perempuan masih dipandang sebelah mata dalam sektor teknologi, yang menjelaskan kurangnya representasi perempuan di perusahaan rintisan. Tanpa keterlibatan perempuan, inovasi tak akan maksimal.
Pemberlakuan “kewarganegaraan berdasarkan gender” oleh pemerintah Korea Selatan telah memicu perang gender yang mematikan antara laki-laki dan perempuan.
Seleksi kepala sekolah di Indonesia bersifat ‘netral gender’ dan berbasis kompetensi kandidat. Tapi, dengan demikian, regulasi tersebut justru buta terhadap hambatan khas guru perempuan.
Peran gender yang tidak dipertanyakan dan dibebankan kepada tenaga kesehatan perempuan memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan karier mereka.
Sebuah survei yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan semakin fleksibel peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, maka akan semakin bahagia kehidupan mereka dalam keluarga.








