Articles on Bencana
Displaying 21 - 40 of 77 articles
Penelitian telah membuktikan bahwa anak-anak rentan terhadap bencana. Selain mengalami trauma psikologis, bencana berisiko membuat anak-anak putus sekolah.
Badai tropis Ditwah dan Senyar menunjukkan bahwa kita harus bersiap menghadapi badai yang memiliki angin lemah tetapi membawa curah hujan yang ekstrem.
Banjir Sumatra nyaris nihil kepemimpinan negara. Ribuan relawan turun, tapi negara justru seperti tak hadir sebagai otoritas. Apa dampaknya jika tanggap darurat dibiarkan tanpa arah?
Saat respons pemerintah terhadap bencana lambat, warga harus lebih siaga. Ada banyak aplikasi dan data satelit yang bisa diakses secara gratis untuk memantau kondisi sekitar.
Deklarasi bencana nasional yang lebih dini penting untuk respon yang akuntabel dan komitment untuk pemulihan ekologis, infrastruktur, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Di tengah situasi bencana, anak-anak butuh perhatian khusus. Dukungan psikologis awal (PFA) bisa jadi langkah sederhana untuk membantu mereka.
Banjir di Sumatra bukan semata bencana alam. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan proyek ekstraktif memperburuk bencana. Keputusan politik ikut menciptakan bencana.
CC BY68.4 MB (download)
Banjir Sumatra sekaligus menyingkap kenyataan bahwa Indonesia belum mempunyai data primer kondisi geologis di tiap wilayah yang cukup merata dan detail, sehingga upaya pencegahan banjir sulit efektif.
Banjir Sumatra menjadi contoh ‘slow violence’ atau kekerasan negara yang tak terlihat akibat kebijakan yang memicu kerusakan lingkungan dan pembiaran selama puluhan tahun.
Badai tropis di daerah khatulistiwa jarang terjadi. Itulah salah satu alasan mengapa Badai Senyar menyebabkan kerusakan yang begitu parah di Indonesia dan Malaysia.
Beberapa elemen Pranata Mangsa tidak dapat diukur secara ilmiah, khususnya yang terkait ritual dan kepercayaan masyarakat
Banjir adalah satu dampak dari buruknya kebijakan politik. Rakyat pantas demonstrasi jika kebijakan tak berpihak kepada publik.
Jika tambang tidak dihentikan, Pulau Jawa semakin tidak layak huni di masa depan. Sejumlah wilayah pesisir terancam tenggelam.
Longsor bawah laut bisa memicu tsunami. Longsor bisa membesar hingga 13 kali lipat.
Upaya-upaya mewariskan pengetahuan bencana belum berjalan mulus karena masih bergantung pada pihak eksternal dan cenderung tidak berkelanjutan.
Permukiman saat ini juga memengaruhi risiko kebakaran.
Masyarakat Indonesia membutuhkan komunikasi risiko bencana yang memadukan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai lokal untuk membangun budaya kesadaran dan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Lebih dari 100 juta jiwa akan terdampak kekeringan luar biasa, panas menggila di perkotaan, ditambah risiko banjir bandang dan longsor di dataran tinggi.
Krisis iklim membuat korban kekerasan kesulitan mengakses keadilan. Bak jatuh tertimpa tangga, mereka harus menghadapi kekerasan dan kepungan rob secara bersamaan dan sering kali sendirian.
Mendirikan tempat berlindung yang memadai untuk melindungi orang dari hawa dingin harus menjadi fokus utama dari respons kemanusiaan yang sedang berlangsung.


















