Articles on Banjir Sumatra

Displaying 1 - 20 of 34 articles

Bendera GAM (kanan) dan bendera merah putih berkibar berdampingan dalam aksi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada 15 Agustus 2026. Reza Saifullah/AFP via Getty Images

Ketidakbecusan pemerintah dalam mengurus bencana memengaruhi narasi kemerdekaan di Aceh

Konflik GAM yang berlangsung selama puluhan tahun di Aceh berakhir pascatsunami dahsyat 2004. Namun, wacana kemerdekaan kini kembali mencuat.
Warga melintas di samping rel kereta api yang rusak di Desa Bungkah, Aceh Utara, Aceh, akibat tergerus aliran air dampak dari bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Rahmad/Antara Foto

Kitab klasik Aceh: Warisan pengetahuan untuk mencegah bencana lingkungan

Aceh memiliki warisan hukum adat dan turats yang mengajarkan pelestarian alam–perlu dihidupkan kembali untuk menghadapi krisis lingkungan dan bencana.
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2025. Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Gaya maskulin pemerintah memulihkan bencana Sumatra: Hanya mau mengatur, tapi enggan menafkahi dan melindungi

Inilah ‘toxic masculinity’, ketika pemerintah merasa jadi ‘bapak’ yang berusaha keras mengendalikan semuanya, padahal kapasitas materialnya dalam melindungi warga dipertanyakan.
Pemandangan pantai yang dipenuhi tumpukan besar kayu mengapung dan puing-puing yang tersebar akibat banjir baru-baru ini di Sumatera, menyoroti dampak lingkungan. shutterstock

Cabut izin perusahaan saja tak bisa pulihkan Sumatra. Tata kelola lingkungan mendesak harus dibenahi

Pemerintah tak cukup hanya sekadar mencabut izin perusahaan penyebab banjir Sumatra, perlu reformasi tata kelola dan memastikan pemulihan lingkungan sepenuhnya.
Seorang perempuan duduk di depan rumahnya yang terdampak banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh pada November 2025 lalu. teuku rizal dc/Shutterstock

Di setiap bencana, perempuan selalu menanggung beban ganda

Bencana bukanlah peristiwa netral gender. Perempuan tetap jadi kelompok paling terdampak, tapi tidak terlibat dalam pengambilan keputusan.
Sebuah ekskavator membersihkan lumpur tebal dari kawasan permukiman setelah banjir di Pidie Jaya, Aceh, 21 Desember 2025. Jalan-jalan di kawasan tersebut rusak dan berlumpur akibat banjir, sementara upaya pembersihan dan pemulihan infrastruktur masih berlangsung. Gambar ini menyoroti dampak parah banjir terhadap kawasan permukiman. shutterstock

Lumpur sisa banjir tidak boleh dibuang sembarangan, bisa dimanfaatkan atau dijual

Lumpur dan sedimen sisa banjir sering dibuang kembali ke sungai, padahal praktik ini membuat sungai semakin dangkal dan memperbesar risiko banjir berulang.
Sebuah masjid di Pidie Jaya, Aceh dengan pekarangan berlumpur setelah diterjang banjir Sumatra. Raihan Akmal 74 / Shutterstock

Saat faskes lumpuh: Masjid bisa jadi pusat layanan kesehatan darurat pascabencana

Masjid bisa dimanfaatkan sebagai pos layanan kesehatan darurat ketika faskes lumpuh.

Top contributors

More