Articles on Bencana
Displaying 41 - 60 of 77 articles
Diperlukan peta operasi mitigasi ditiap jengkal Republik dan disertai komitment pemantauan dan pelaksaanaan yang terstruktur dan sistimatis.
Donasi pakaian tidak melalui pemilahan justru dapat menambah jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bahkan teronggok begitu saja di sekitar lokasi bencana.
Pendekatan Planetary Health mengharapkan seluruh penduduk dunia dapat mempunyai kesadaran yang sama untuk mengembalikan sistem alami planet kita pada situasi yang alamiah.
Kata adalah senjata. Karena itulah istilah penting seperti “krisis” dan “malapetaka” semestinya tidak menjadi perangkat retoris yang menyingkirkan makna sebenarnya tentang aksi iklim.
Era pemadaman kebakaran dengan air sudah berakhir. Kita tengah merasakan akibat dari buruknya pengelolaan lahan dan kemandulan aksi iklim sejak dekade-dekade silam.
Orang yang suka merasa memegang kendali lebih rentan terhadap ‘bencana’.
Kerentanan abrasi semakin meningkat karena perubahan iklim.
Letusan Semeru sudah sering terjadi sejak awal abad ke-19. Siklus aktif selama 7-28 tahun dan dorman 6 sampai 28 tahun berulang sampai sekarang.
Sensor dengan akurasi yang tinggi yang kami buat berhasil mendeteksi lokasi sumber gelombang infrasonik dari beberapa fenomena alam yang ekstrem di Jepang.
Animasi seperti ini mudah dipahami jika digunakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam materi pelatihan evakuasi bencana.
Mengesampingkan penyandang disabilitas dalam persiapan dan menanggapi bencana membuat mereka semakin rentan. Ada bentuk kemitraan baru yang memungkinkan mereka memainkan peran lebih penting dan aktif.
Cuaca ekstrem meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Upaya adaptasi dan mitigasi pemerintah terhadap krisis iklim dianggap masih kurang.
Penduduk daerah rawan banjir telah mengandalkan kearifan lokal dan dukungan masyarakat untuk menangani banjir selama berabad-abad. Bisakah para ilmuwan bekerja dengan mereka untuk lebih memahami banjir?
Perempuan yang aktif dalam masyarakat, serta memiliki modal dan peran sosial kuat berpeluang besar untuk berperan dalam meningkatkan ketahanan dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.
Pendekatan komunitas dan modal sosial – yang di Indonesia kita kenal sebagai “gotong royong” - belum dimanfaatkan secara penuh oleh pemerintah.
Mengapa kehendak politik penting dan bagaimana mengukur kehendak politik untuk pengurangan risiko bencana di masa depan?
Dalam perspektif hukum tata negara, ada masalah dalam peraturan-peraturan darurat Jokowi.
Tidak ada perlunya menyerbu supermarket hari ini, tapi mengumpulkan persediaan barang adalah respons yang alamiah untuk mengantisipasi krisis
Ketangguhan komunitas terhadap banjir bergantung pada aspek manusia dan sosial masyarakat, dan memerlukan kolaborasi lintas sektoral
Jika pemerintah Jakarta tidak memperbaiki kebijakan perubahan iklim dan tata kota maka risiko banjir Jakarta akan naik hingga 400% pada 2050.



















