Articles on Mangrove
Displaying all articles
Karbon biru tidak hanya sekadar menghitung karbon. Ia memerlukan tata kelola, pembiayaan, kebijakan, dan praktik. Pada akhirnya, keberhasilan bergantung pada manusia dan keterampilan mereka.
Kami membuat Ocean Accounting Platform untuk menghitung tak hanya potensi laut Indonesia, tapi juga daya dukung lingkungan, termasuk memotret kondisi masyarakat di dalamnya.
Riset terbaru menemukan keberadaan bayi hiu paus di Teluk Saleh – penemuan langka yang memberi petunjuk lokasi kelahiran spesies ini. Penemuan ini terjadi berkat kolaborasi nelayan dan ilmuwan (sains warga).
Integrasi tambak dan mangrove bisa jadi
solusi yang realistis untuk memulihkan mangrove yang sudah rusak sambil mencegah alih fungsi mangrove yang masih utuh.
Warga Muara Gembong buktikan mangrove tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Mangrove yang ditanam terlalu rapat di dalam tambak justru menurunkan produksi udang. Sabuk hijau mangrove di luar tambak lebih efektif.
PSN tambak pantura berisiko mengancam mangrove dan petambak kecil
Proyek IKN merusak ekosistem pesisir, terutama hutan mangrove. Selain itu, pembangunan IKN juga meminggirkan nelayan dan masyarakat pesisir.
Menyelesaikan persoalan banjir rob di Pantura butuh solusi berbasis alam, bukan tanggul laut raksasa.
Ambisi Presiden Jokowi menggenjot budi daya perikanan berisiko menambah kerusakan lingkungan. Kami usulkan tiga strategi untuk mencegah dampaknya.
Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia berpotensi mendapatkan kredit karbon guna melindungi hutan bakau dan lamun yang terancam punah – yang sekarang menyimpan sekitar 17% “karbon biru” global.
Laju deforestasi dan degradasi mangrove terbesar disumbang oleh penggunaan lahan untuk tambak udang dengan nilai ekonomi yang tak seberapa.
Melalui interaksi dengan mangrove, rasa memiliki (sense of belonging) pun tercipta karena warga selalu menginginkan tanamannya tumbuh subur.
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memiliki target rehabilitasi mangrove 600.000 hektare hingga 2024.
Meskipun bernilai tinggi, laju penebangan mangrove cukup tinggi. Sebuah alat baru bertujuan untuk membantu komunitas menahan deforestasi mangrove dan memanfaatkan program dan pendanaan konservasi.
Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan izin Reklamasi Ancol yang diklaim dapat mengatasi banjir dan tidak akan mengganggu nelayan. Namun, bukan berarti hal tersebut tak berdampak bagi daerah pesisir.
Kehilangan biodiversitas secara cepat akibat perubahan iklim juga merupakan ancaman signifikan bagi kehidupan manusia.
Penetapan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim menjadi kesempatan untuk bisa melinduingi ekosistem mangrove di Bali yang merupakan salah satu penyerap karbon tebesar di dunia.
Tanggul laut yang dapat terurai lebih murah dari dinding beton. Tembok tersebut juga memudahkan masyarakat sekitar untuk ikut andil.


















