Articles on Nelayan
Displaying 1 - 20 of 23 articles
Perempuan pesisir di Sumenep menjalankan fungsi rantai dingin melalui pengetahuan, mobilitas, dan jaringan. Namun, kerja mereka masih minim pengakuan.
Kampung nelayan harus mempermudah akses kredit renovasi ataupun membangun rumah baru. Koperasi desa Merah Putih bisa menjadi tulang punggung untuk menggenjot pemulihan rumah nelayan sekaligus kegiatan mereka sehari-hari.
Perempuan dan orang muda di pesisir kerap diselebrasi karena ketangguhannya menghadapi krisis iklim. Namun, di balik resiliensi itu, terdapat ketimpangan, eksklusi, dan keterpaksaan untuk bertahan.
Riset terbaru menemukan keberadaan bayi hiu paus di Teluk Saleh – penemuan langka yang memberi petunjuk lokasi kelahiran spesies ini. Penemuan ini terjadi berkat kolaborasi nelayan dan ilmuwan (sains warga).
Pembahasan mengenai green job masih menjadi sub pembahasan dalam dokumen kebijakan yang masih cenderung makro tanpa turunan kebijakan teknis yang komprehensif.
Transisi energi bisa berdampak negatif terhadap kelompok rentan seperti petani dan nelayan jika dilakukan secara terburu-buru, tanpa adaptasi dan jaringan pengaman.
Proyek IKN merusak ekosistem pesisir, terutama hutan mangrove. Selain itu, pembangunan IKN juga meminggirkan nelayan dan masyarakat pesisir.
Sektor perikanan yang telah menghidupi jutaan nelayan kini menghadapi ancaman serius yaitu menurunnya minat kaum muda untuk terlibat di dalamnya.
Salah satu proyek di Indonesia memperkenalkan skema ‘imbalan untuk melepaskan’ yang mendorong nelayan untuk menyelamatkan tangkapan sampingan hiu dan pari.
Kenaikan muka air laut, badai, dan gelombang tinggi membawa dampak di kawasan pesisir tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. Konstruksi gender yang membuat dampak tersebut menjadi berbeda.
Nelayan lokal dengan perahu kecil tidak banyak berperan dalam tata kelola kelautan dan perikanan Indonesia, meskipun peran mereka penting dalam perlindungan laut.
Penambangan pasir laut mengakibatkan abrasi, kerusakan ekosistem karang hingga lamun, ekosistem laut dalam, bahkan konflik sosial masyarakat pesisir.
Jika dana “Loss and Damage” dapat dioperasionalkan, dalam hal apa saja pembiayaan tambahan tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia? Berikut adalah beberapa saran.
Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia berpotensi mendapatkan kredit karbon guna melindungi hutan bakau dan lamun yang terancam punah – yang sekarang menyimpan sekitar 17% “karbon biru” global.
Setiap tahun, ada 24.000 nelayan tewas dalam kecelakaan kapal penangkap ikan. Angka itu lebih 10 kali lebih banyak korban jiwa di kapal dagang, yang membawa kargo atau penumpang. Mengapa?
Kelompok tani dapat menjadi penggerak komunitasnya untuk menyusun strategi adaptasi terhadap iklim yang berubah.
Pembeli dan jaringan lokal yang fleksibel membantu rantai pasokan makanan laut skala kecil yang menghadapi dampak COVID-19.
Pelarangan atau pengelolaan benur (benih lobster). Manakah yang lebih efektif?
Kaji ulang terhadap larangan cantrang perlu dilakukan untuk menghentikan dualisme kebijakan dan mengembalikan cantrang sesuai asalnya sebagai Danish Seine. Standarisasi dan pengelolaan jadi kunci.
Nelayan tradisional adalah salah satu pekerjaan paling rentan secara ekonomi. Namun, penelitian saya menunjukkan bahwa beberapa kategori nelayan justru lebih bahagia dari pekerja di sektor lain.



















