Articles on Terumbu karang
Displaying 1 - 20 of 30 articles
Sebagai bagian dari penelitian kami, kami mewawancarai dan mengamati ratusan penyelam scuba.
Riset terbaru menunjukkan Raja Ampat memiliki populasi hiu berjalan terpadat di dunia untuk seluruh genus hiu ini. Masyarakat lokal terutama ibu-ibu dan perempuan muda di Pulau Arborek ikut terlibat dalam riset.
Banyak terumbu karang di Indonesia tetap stabil meskipun telah terjadi pemanasan laut selama puluhan tahun. Namun, ketahanan ini ada batasnya.
Kami membuat Ocean Accounting Platform untuk menghitung tak hanya potensi laut Indonesia, tapi juga daya dukung lingkungan, termasuk memotret kondisi masyarakat di dalamnya.
Dengan bantuan teknologi eDNA, riset menemukan keberadaan hiu epaulette berjalan yang endemik di perairan Raja Ampat.
Sebagian besar program pemulihan fokus pada upaya meningkatkan pertumbuhan terumbu karang, tetapi jarang mempertanyakan apakah seluruh ekosistem berfungsi baik.
Aktivitas tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat mengancam keanekaragaman hayati laut, terutama hewan langka seperti pari manta.
Terumbu karang yang rusak akibat bom ikan tidak mungkin pulih secara alami tanpa campur tangan manusia.
Keindahan terumbu karang bisadiukur. Keindahan ini menjadi aspek penting dalam upaya restorasi.
Raja Ampat menjadi lokasi pertemuan manta karang dan manta oseanik. Boleh jadi ada perkawinan campuran di sini, meski kemungkinannya masih perlu dibuktikan.
Studi baru dari proyek restorasi karang di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa, hanya dalam waktu empat tahun, terumbu karang yang dipulihkan akan tumbuh subur seperti halnya terumbu karang yang sehat.
Masyarakat Gili Matra aktif dalam usaha memulihkan karang. Mereka juga mencoba mencari penghasilan tambahan untuk beradaptasi dengan risiko kerusakan ekosistem karang akibat krisis iklim.
Riset terbaru mengungkapkan ratusan kawasan konservasi di Indonesia akan mengalami pemutihan karang parah setiap tahun akibat pemanasan suhu laut. Pemutihan parah akan terjadi tiga tahun lagi.
ARMS dapat mengundang berbagai macam organisme bergerak seperti ikan, kepiting, udang ataupun organisme sesil (menetap) seperti karang, spons laut, untuk tinggal di dalamnya.
Walaupun kawasan konservasi terus meluas, rumah tangga nelayan masih tergolong masyarakat paling miskin di Indonesia.
Kala Orde Baru, Indonesia pernah menenggelamkan ban bekas dengan harapan bakal ditumbuhi karang serta dikerumuni berbagai macam ikan. Hasilnya? Nol besar.
Di balik banyaknya jumlah proyek restorasi karang di Indonesia, studi kami menemukan ada tahapan vital yang absen dilakukan: pemantauan ulang.
Pelarangan atau pengelolaan benur (benih lobster). Manakah yang lebih efektif?
Pembatasan aktivitas manusia memberikan waktu bagi ekosistem laut untuk memulihkan diri. Namun, kehadiran manusia dibutuhkan untuk program konservasi laut.
Ikan karang hilang saat gelombang panas muncul, tapi cepat kembali lagi kepada terumbu karang yang sehat.














