Lingkungan – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 51 - 75 dari 1012 artikel
Konsumen di beberapa negara sudah mulai menikmati listrik gratis ketika sumber energi terbarukan menghasilkan kelebihan daya. Sementara Indonesia masih bergulat dengan isu mati listrik atau listrik padam.
Pengetahuan tentang obat tradisional di Berbak kini terancam hilang. Butuh transformasi pendidikan dan ekonomi untuk melestarikannya.
Dari teluk-teluk di Indonesia hingga laut lepas, hiu paus menempuh jalur migrasi yang berbeda menurut umur, jenis kelamin, perilaku, dan musim.
Nasib para pengemudi ojol semakin rentan akibat cuaca ekstrem. Sementara algoritma platform buta iklim.
Setelah blackout Sumatra, kini terjadi pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa. Masyarakat waswas akan terjadinya ‘blackout’ massal.
Bambu adalah fondasi peradaban Ngada. Sayangnya, modernisasi telah membuat pengetahuan dan budaya bambu Ngada semakin terkikis.
Riset menemukan bahwa air di Aceh pascabencana kualitasnya rendah meski terlihat jernih. Ini jadi beban ganda bagi perempuan.
Anak-anak dan kaum muda sebenarnya peka terhadap perubahan lingkungan di sekitar mereka. Namun, tidak semua anak dan kaum muda menyebut pengalaman itu sebagai ketidakadilan iklim. Mengapa?
Banyak terumbu karang di Indonesia tetap stabil meskipun telah terjadi pemanasan laut selama puluhan tahun. Namun, ketahanan ini ada batasnya.
While many Indonesian reefs have remained surprisingly stable despite decades of ocean warming, this resilience has its limits.
Kami membuat Ocean Accounting Platform untuk menghitung tak hanya potensi laut Indonesia, tapi juga daya dukung lingkungan, termasuk memotret kondisi masyarakat di dalamnya.
Potensi besar energi terbarukan desa disia-siakan. Transisi energi belum memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat desa.
CC BY46,5 MB (download)
Anak-anak dan orang muda, terutama dari masyarakat miskin, adalah kelompok paling terdampak krisis iklim. Mereka akan mengalami fenomena slow onset climate change, di mana dampak perubahan iklim tidak langsung terasa sekaligus, tetapi terjadi sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang panjang.
Keamanan teknologi penyimpanan karbon sangat bergantung pada pemantauan dan pemilihan lokasi yang ketat.
Menghindari skenario terburuk iklim bukanlah kesalahan ilmu pengetahuan seperti tuduhan skeptis Donald Trump, melainkan bukti keberhasilan aksi iklim.
CC BY52 MB (download)
Proyek food estate & energy estate di merauke Papua Selatan, berpotensi melipatgandakan kontribusi emisi global indonesia. Dengarkan selengkapnya di Suar Akademia
Perempuan dan orang muda di pesisir kerap diselebrasi karena ketangguhannya menghadapi krisis iklim. Namun, di balik resiliensi itu, terdapat ketimpangan, eksklusi, dan keterpaksaan untuk bertahan.
Dengan bantuan teknologi eDNA, riset menemukan keberadaan hiu epaulette berjalan yang endemik di perairan Raja Ampat.
Masyarakat sekitar hutan konservasi Lingga Isaq menjadi korban warisan konservasi era Belanda yang meminggirkan warga. Padahal, jika mereka dilibatkan, warga bisa lebih mendapat keuntungan dari pertanian ramah lingkungan dan menjaga hutan. Sudah banyak riset yang membuktikan hal ini.
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) berhenti total 2023. Padahal, hampir setengah layanan berada di wilayah rawan kekeringan. Presiden Prabowo Subianto mestinya menjadikan ini program prioritas, bukan hanya MBG dan Kopdes.
Perubahan iklim mengubah cara masyarakat berolahraga. Peningkatan suhu bumi bikin aktivitas lari berisiko makin sulit diakses dan kurang aman bagi banyak orang.
Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang sebagai bagian kerja sama konservasi sekaligus mempererat hubungan diplomasi. Apa risikonya?
Kegagalan PSN tambak udang di Kebumen tak membuat pemerintah surut. Kini pemerintah menyiapkan rencana ekspansi PSN tambak udang di wilayah Indonesia Timur, termasuk Sumba Timur.
Pertemuan iklim di Santa Marta menunjukkan bahwa banyak negara ingin melanjutkan rencana untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, sekali dan untuk selamanya.
Di balik kemegahannya, ada persoalan besar yang membayakan seperti limbah yang menumpuk, konsumsi energi tinggi, dan jejak karbon yang signifikan.























