Lingkungan – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 126 - 150 dari 1012 artikel
Lumpur dan sedimen sisa banjir sering dibuang kembali ke sungai, padahal praktik ini membuat sungai semakin dangkal dan memperbesar risiko banjir berulang.
Geotermal berpotensi menjadi pembangkit baseload pengganti batu bara. Namun, proyek ini banyak mendapat penolakan warga karena konflik lahan dan mencemari air.
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Can gene editing truly support smallholder farmers and help Indonesia achieve food sovereignty, or will it simply revive the old controversies surrounding GMO crops?
Apakah kita sebaiknya menggunakan kembang api yang lebih ramah lingkungan dan senyap, drone, dan pertunjukan laser untuk menggantikan pertunjukan tradisional?
Pembahasan mengenai green job masih menjadi sub pembahasan dalam dokumen kebijakan yang masih cenderung makro tanpa turunan kebijakan teknis yang komprehensif.
Indonesia tidak lagi bebas siklon tropis. Kita membutuhkan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana yang lebih serius.
Timbal adalah racun pembunuh senyap. Indonesia harus segera menghapus dan membatasi penggunaan timbal dalam produk sehari-hari sebelum krisis kesehatan senyap ini meruak generasi bangsa.
Pemadaman listrik akibat Siklon Senyar bikin Aceh lumpuh. Komunikasi mati, layanan publik kacau, ekonomi harian hancur. Krisis energi berubah jadi bencana baru berantai yang melumpuhkan segalanya.
Badai tropis Ditwah dan Senyar menunjukkan bahwa kita harus bersiap menghadapi badai yang memiliki angin lemah tetapi membawa curah hujan yang ekstrem.
Integrasi tambak dan mangrove bisa jadi
solusi yang realistis untuk memulihkan mangrove yang sudah rusak sambil mencegah alih fungsi mangrove yang masih utuh.
Saat respons pemerintah terhadap bencana lambat, warga harus lebih siaga. Ada banyak aplikasi dan data satelit yang bisa diakses secara gratis untuk memantau kondisi sekitar.
Petani kecil sulit mengakses pasar organik karena sertifikasi formal mahal dan kaku. Skema PGS (Participatory Guarantee System) menawarkan alternatif murah.
Banjir di Sumatra bukan semata bencana alam. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan proyek ekstraktif memperburuk bencana. Keputusan politik ikut menciptakan bencana.
Extreme rain wasn’t the only cause of Sumatra’s deadly floods. Years of forest loss, eroded soils, and weakened watersheds turned a storm into a tragedy — one that could repeat.
CC BY68,4 MB (download)
Banjir Sumatra sekaligus menyingkap kenyataan bahwa Indonesia belum mempunyai data primer kondisi geologis di tiap wilayah yang cukup merata dan detail, sehingga upaya pencegahan banjir sulit efektif.
Banjir Sumatra menjadi contoh ‘slow violence’ atau kekerasan negara yang tak terlihat akibat kebijakan yang memicu kerusakan lingkungan dan pembiaran selama puluhan tahun.
Banjir dan longsor bukan hanya akibat hujan ekstrem, tetapi karena ekosistem yang rusak akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.
Badai tropis di daerah khatulistiwa jarang terjadi. Itulah salah satu alasan mengapa Badai Senyar menyebabkan kerusakan yang begitu parah di Indonesia dan Malaysia.
Di desa-desa terpencil di Borneo, penduduk setempat mendapatkan penghasilan dengan merekam satwa liar — mengubah paradigma konservasi.
In Borneo’s remote villages, locals earn money by recording wildlife — reshaping conservation and redefining how communities value their forests.
Kesepakatan memang tercapai, tetapi beberapa elemen penting justru hilang dalam COP 30.
Teknologi eDNA membuat riset laut dalam lebih mudah dan murah. Indonesia perlu membangun konsorsium nasional eDNA untuk kebijakan dan pemantauan biodiversitas laut.
Diam-diam, klinik gigi bisa memicu penumpukan limbah medis yang berbahaya bagi lingkungan.
Hasil riset menunjukkan bahwa pemensiunan PLTU batubara yang selalu dinarasikan akan jadi beban fiskal justru menyelamatkan perekonomian nasional.





















