Lingkungan – Artikel, Analisis, Komentar

Menampilkan 101 - 125 dari 1012 artikel

Sebuah lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat kekeringan dan anomali cuaca. Denik Turbadinda/Shutterstock.com

Ibarat bom waktu di sawah: Mengapa pupuk dan pestisida bukan jawaban mengatasi dampak perubahan iklim

Pertanian cerdas iklim mencakup berbagai strategi, mulai dari penggunaan varietas tanaman yang tahan panas, pengelolaan air yang lebih efisien, hingga pemanfaatan pupuk secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Seorang wanita berinteraksi dengan Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas Provinsi Lampung. shutterstock/FERDI AWED

Mengapa konflik manusia – gajah terus berulang? Pelajaran penting dari Way Kambas

Konflik manusia–satwa liar masih saja terjadi di Indonesia. Kasus terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menunjukkan konflik itu bukan karena masalah perilaku satwa atau warga, melainkan hasil dari desain kebijakan dan tata kelola yang timpang sejak lama.
Warga menunggu untuk mengambil air di dekat Cape Town, Afrika Selatan, pada Februari 2018, saat kekeringan mendekatkan kota tersebut ke ‘Hari Nol,’ saat pasokan air akan habis. Per-Anders Pettersson/Getty Images

PBB sebut dunia memasuki era kebangkrutan air, tanda‑tandanya sudah nyata

Seperti hidup melebihi kemampuan finansialmu, menggunakan air lebih banyak daripada yang dapat diperbarui oleh alam dapat menimbulkan akibat yang fatal.
Ketika peneliti dan penelaah bekerja keras mengidentifikasi kesalahan, penerbit komersial justru meraup keuntungan dari volume publikasi dan prestise—membiarkan karya ilmiah bermasalah terus beredar, menyesatkan kebijakan, dan memengaruhi pengambilan keputusan lama setelah kekeliruannya diketahui. Ilustrator: Abiyasa Abiguna

Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugi

Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Broken incentives, broken science. While researchers and reviewers labour to catch errors, commercial publishers profit from volume and prestige — leaving flawed papers to persist, mislead policy, and shape decisions long after problems are known. Illustrator: Abiyasa Abiguna

When science discourages correction: How publishers profit from mistakes

Academic publishing system often allows scientific errors to persist because it prioritises profit and prestige over timely correction.