Articles on Sawit
Displaying 1 - 20 of 23 articles
Di tahun 2026 ini kita menghadapi ancaman Super El Niño dan Karhutla. Kerjasama di akar rumput, antar para pihak sangat diperlukan untuk mengatasinya. Kalau tidak, karhutla hebat seperti di tahun 2015 dan 2019 bisa terulang kembali.
Bukan sekadar komoditas, kelapa sawit sudah diposisikan sebagai simbol nasionalisme atau palm-nationalism atau sawitisasi.
Agar EUDR berhasil, penundaan ini harus menjadi pendorong bagi reformasi politik dan praktis — sehingga membuka jalan bagi kemajuan yang nyata bagi hutan, petani, serta perdagangan yang benar-benar transparan dan adil.
Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali wilayah yang rusak, tetapi membangun wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Pembiaran seperti ini membuat kawasan hutan rusak dan perambah semakin mudah masuk ke habitat satwa.
Jika tidak bisa memenuhi standar UE, niatan diversifikasi pasar ekspor dan perbaikan nasib petani kecil akan sia-sia belaka.
IEU-CEPA membuka akses ekspor besar bagi Indonesia, namun menuntut reformasi menyeluruh pada tata kelola industri, agar sesuai dengan standar Uni Eropa.
Pengembangan bioetanol di Indonesia masih berfokus generasi pertama (G1) berbasis pangan, sementara negara lain sudah beralih mengembangkan bioetanol generasi kedua, bahkan generasi ketiga dari alga.
Meskipun EUDR bertujuan untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mendesak, peraturan ini berisiko memperburuk ketidaksetaraan dan mengabaikan kontribusi pihak-pihak yang telah lama menjaga tanah.
Orangutan adalah spesies yang terancam punah, dan populasinya menurun drastis dalam seratus tahun terakhir.
Minyak kelapa sawit digunakan di separuh produk yang dijual di supermarket global. Mayoritasnya berasal dari Indonesia dan ditanam di perkebunan yang tidak efisien, tapi menempati lahan sangat luas.
Studi mencatat hampir 83% - 95% emisi biodiesel dihasilkan dari proses budidaya dan proses pemanenan kelapa sawit.
Pelanggaran justru dibiarkan terjadi dan berjalan tanpa sanksi.
Jika dilihat lebih dalam, program biodiesel dan co-firing PLTU justru berisiko merusak langkah Indonesia memangkas emisi gas rumah kaca.
Berdasarkan telaah naskah akademik, kami menemukan penyusun memilah-milah fakta ilmiah dari sejumlah publikasi acuan untuk mendukung argumen sawit mendukung keanekaragaman hayati
Sebagai perambah kawasan hutan terbanyak, korporasi sawit dan pemilik kebun skala besar harus segera memulai praktik jangka benah.
Jika usulan sawit menjadi tanaman hutan disetujui, maka pemilik kebun sawit yang tumpang tindih berisiko terbebas dari kewajibannya memulihkan kondisi hutan.
Sayangnya, program bioetanol yang dicanangkan pemerintah sejak 2015 masih sebatas wacana.
Penggunaan biohidrogen dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus mencegah risiko eksploitasi bahan baku baterai sebagai dampak transisi ke kendaraan bertenaga listrik.



















