Articles on Deforestasi
Displaying 1 - 20 of 59 articles
Menilai hubungan kekerabatan antarspesies membutuhkan upaya tambahan. Namun, riset kami terhadap 422 spesies burung di 1.410 titik mengungkapkan bahwa informasi itu amat berharga karena memberikan gambaran lebih mendalam: seberapa banyak sejarah evolusi yang sebenarnya sedang kita lindungi.
Patungan hutan ala Ferry Irwandy cuma plester luka, abai penyakit akut perlindungan hutan Indonesia yang terlalu mengalah pada industri ekstraktif, sawit dan batubara.
CC BY-SA41.4 MB (download)
Dalam episode SuarAkademia kali ini, kami berdiskusi dengan Sofyan Ansori dari UI seputar karhutla yang menjadi bukti lambannya negara menangani krisis lingkungan. Solusi sejati butuh keberanian politik menghentikan deforestasi dan memulihkan gambut secara konsisten.
Fatalisme bukanlah karakter bawaan masyarakat. Sikap tersebut sering kali terbentuk akibat kegagalan sistem mitigasi dan absennya negara.
Berbagai tekanan terjadi secara bersamaan dan mengancam kelangsungan hidup orangutan Tapanuli—mulai dari industri ekstraktif, penebangan hutan, perluasan lahan pertanian, hingga perubahan iklim.
Papua mulai menunjukkan gejala menjadi “bentang-kebakaran” baru. Banyak titik api muncul di kawasan PSN energi dan food estate.
Kebakaran gambut sempat mereda, namun keberlanjutan restorasi kini menjadi tanda tanya sejak masa tugas BRGM berakhir pada 2024, dan tugasnya dialihkan.
CC BY52 MB (download)
Proyek food estate & energy estate di merauke Papua Selatan, berpotensi melipatgandakan kontribusi emisi global indonesia. Dengarkan selengkapnya di Suar Akademia
Bukan sekadar komoditas, kelapa sawit sudah diposisikan sebagai simbol nasionalisme atau palm-nationalism atau sawitisasi.
Deforestasi Indonesia meningkat tajam. Tiga provinsi di Sumatera yang mengalami bencana longsor-banjir dahsyat pada penghujung 2025, mengalami lonjakan deforestasi sangat besar.
Agar EUDR berhasil, penundaan ini harus menjadi pendorong bagi reformasi politik dan praktis — sehingga membuka jalan bagi kemajuan yang nyata bagi hutan, petani, serta perdagangan yang benar-benar transparan dan adil.
Virus Nipah sudah lama terdeteksi pada kelelawar di Indonesia, tetapi mengapa belum ada kasus infeksi pada manusia? Analisis ini memaparkan penyebabnya.
Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali wilayah yang rusak, tetapi membangun wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Pemerintah tak cukup hanya sekadar mencabut izin perusahaan penyebab banjir Sumatra, perlu reformasi tata kelola dan memastikan pemulihan lingkungan sepenuhnya.
Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Pembiaran seperti ini membuat kawasan hutan rusak dan perambah semakin mudah masuk ke habitat satwa.
Jika tren deforestasi terus berlanjut, mungkin kita tidak bisa lagi melihat warna-warni kupu-kupu yang indah di masa mendatang.
IEU-CEPA membuka akses ekspor besar bagi Indonesia, namun menuntut reformasi menyeluruh pada tata kelola industri, agar sesuai dengan standar Uni Eropa.
Program co-firing biomassa yang diakselerasi lewat Hutan Tanaman Energi ternyata tidak mampu membuat Indonesia beranjak dari ketergantungannya pada batu bara.
ENSO (El Niño-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) sangat menentukan intensitas curah hujan di Indonesia.


















