Articles on Bias Gender
Displaying all articles
Pekerja rumah tangga (PRT) masih belum diakui pekerjaan sungguhan. Bias gender dan ketimpangan relasi ternyata turut berperan dalam membentuk pandangan rendah atas kerja-kerja yang PRT lakukan.
Platform berbasis AI menarik tenaga kerja informal ke dalam ekonomi digital global, tapi melimpahkan risiko dan tanggung jawab ke pekerja. Seringnya, perempuan yang memikul beban terberat.
Anak berhak untuk merasa aman dari kekerasan. Termasuk di lingkungan sekolah.
Disparitas pemidanaan banyak terjadi pada putusan perkara kekerasan seksual. Ini tidak selamanya buruk, tetapi ada beberapa faktor penyebab yang membuat putusan tersebut layak dipertanyakan.
Tingkat kenaikan partisipasi perempuan yang masuk di bidang STEM masih sangat lambat. Apa saja faktor penyebabnya?
Kesetaraan gender di pendidikan tinggi juga dapat dicapai melalui pengarusutamaan fasilitas fisik sadar gender. Bagaimana caranya?
Perempuan masih dipandang sebelah mata dalam sektor teknologi, yang menjelaskan kurangnya representasi perempuan di perusahaan rintisan. Tanpa keterlibatan perempuan, inovasi tak akan maksimal.
Pembelanja yang mempraktikkan ‘girl math’ menunjukkan kepiawaian dalam manajemen portofolio.
Penelitian mengenai psikologi olahraga dan latihan fisik – yang membahas strategi yang digunakan atlet untuk mencapai performa puncak – sebagian besar menggunakan partisipan laki-laki.
Ada tiga hambatan perempuan untuk bergiat di sektor konservasi, mulai dari stigma, keamanan dalam bekerja, hingga kebijakan organisasi.
Anak-anak memperoleh informasi tentang dunia dan mengembangkan konsep mengenai peranan mereka pada masa depan salah satunya melalui media bacaan. Bagaimana muatan majalah anak sejak era Orde Baru?
Mansplaining bisa menyebabkan rendahnya komitmen organisasional dan kepuasan kerja, keinginan berpindah kerja yang tinggi, serta kelelahan emosional dan tekanan psikologis.
Seleksi kepala sekolah di Indonesia bersifat ‘netral gender’ dan berbasis kompetensi kandidat. Tapi, dengan demikian, regulasi tersebut justru buta terhadap hambatan khas guru perempuan.
Studi yang dilakukan Kemendikbud pada orang tua di 34 provinsi menunjukkan sebanyak dua pertiga - atau sekitar 66,7% - pendampingan anak di Indonesia masih dominan dilakukan oleh perempuan.
Perempuan perlu hadir dalam buku-buku sains anak untuk mendemonstrasikan bahwa seluruh bidang sains juga dapat dicapai oleh perempuan.
Jika digunakan sendirian, istilah pelakor menghapus peran laki-laki dalam aksi kolaboratif perselingkuhan.















