Lingkungan – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 226 - 250 dari 1012 artikel
Salah satu proyek di Indonesia memperkenalkan skema ‘imbalan untuk melepaskan’ yang mendorong nelayan untuk menyelamatkan tangkapan sampingan hiu dan pari.
Produk-produk berlabel ‘eco’ atau ‘bio’ belum tentu ramah lingkungan. Bisa jadi itu adalah greenwashing, oleh karenanya masyarakat harus waspada.
Petani bergulat dengan tantangan perubahan iklim, mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan.
Laudato Si’ bukan sekadar dokumen gereja, melainkan seruan hidup yang mendesak untuk seluruh umat manusia.
Krisis iklim bisa memicu kecemasan berlebihan (‘eco-anxiety’) yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Banyak hewan besar yang punah secara mengejutkan baru-baru ini. Ketika mereka mati, peran ekologis mereka pun ikut hilang.
Tren ‘fast fashion’ memicu budaya konsumsi impulsif, meningkatkan limbah tekstil dan emisi karbon. Gerakan ‘slow fashion’ muncul sebagai solusi.
Bersepeda adalah cara ampuh, mudah, dan murah untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
Penelitian terbaru dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan membran nanofiber ramah lingkungan yang bebas PFAS
Big data biodiversitas mendesak dibutuhkan untuk perlindungan biodiversitas yang lebih baik.
ENSO (El Niño-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) sangat menentukan intensitas curah hujan di Indonesia.
Rancangan kebijakan iklim Indonesia gagal merangkul aspek sosial dan lingkungan yang tak dapat dilepaskan dari transisi berkeadilan.
Tumbuhan punya cara sendiri untuk “berpuasa”. Tumbuhan “berpuasa” sebagai strategi bertahan hidup saat kondisi lingkungan tidak mendukung
Jejak lingkungan yang dihasilkan di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam tak terlepas dari andil perdagangan antardaerah.
Indonesia sedang menghadapi dilema beralih ke energi bersih sambil menjaga kestabilan pasokan. Energi nuklir menjadi salah satu opsi karena menawarkan kestabilan yang tinggi, namun di sisi lain juga besar risiko.
Para petani kopi Gayo menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim yang menyebabkan produktivitas menurun, hingga sistem pasar yang tidak berpihak pada mereka.
Wakaf untuk kawasan hutan berpotensi besar mendukung konservasi alam sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dari Sangurejo kita belajar bahwa agama bisa menjadi alat strategis untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan dan ampuh menggerakkan aksi iklim.
Selain tersingkirkan karena aktivitas eksploitasi, nomad laut tidak bisa berlindung ke aparat karena persoalan kependudukan dan catatan sipil.
Danantara harus lebih hati-hati membuat keputusan bisnis dan mengabaikan tekanan politik. Apalagi sudah ada kasus proyek yang sama tidak berjalan karena mundurnya investor asal Amerika Serikat pada 2023. Kenapa Prabowo mau mencobanya kembali?
Tulisan ini meninjau resiliensi perempuan dalam menghadapi kerusakan lingkungan akibat ekspansi tambak yang masif di wilayah pesisir Muara Gembong.
Banjir terus datang, tapi kita masih gagap. Dengan pendekatan ilmiah, prediksi bisa ditingkatkan. Namun, apakah kebijakan sudah berbasis data atau masih reaktif?
Bencana karena kalap makan terjadi karena ‘hungry buying’ kita, kemudian diperparah oleh sistem pemilahan dan pengelolaan sampah yang buruk di Indonesia.
Pengembangan bioetanol di Indonesia masih berfokus generasi pertama (G1) berbasis pangan, sementara negara lain sudah beralih mengembangkan bioetanol generasi kedua, bahkan generasi ketiga dari alga.
Jumlah masjid di Indonesia hampir 300 ribu, berpotensi besar dimanfaatkan sebagai pusat perubahan dalam gerakan lingkungan.
























