Articles on Raja Ampat
Displaying all articles
Riset terbaru menunjukkan Raja Ampat memiliki populasi hiu berjalan terpadat di dunia untuk seluruh genus hiu ini. Masyarakat lokal terutama ibu-ibu dan perempuan muda di Pulau Arborek ikut terlibat dalam riset.
Banyak terumbu karang di Indonesia tetap stabil meskipun telah terjadi pemanasan laut selama puluhan tahun. Namun, ketahanan ini ada batasnya.
Dengan bantuan teknologi eDNA, riset menemukan keberadaan hiu epaulette berjalan yang endemik di perairan Raja Ampat.
Bentang Laut Kepala Burung, Papua menjadi habitat penting hiu paus muda. Namun, lebih dari 75% hiu paus di kawasan ini terluka.
Aktivitas tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat mengancam keanekaragaman hayati laut, terutama hewan langka seperti pari manta.
Aktivitas tambang di pulau kecil seperti Raja Ampat bertentangan dengan undang-undang, sehingga harus izinnya haru dicabut.
Raja Ampat menjadi lokasi pertemuan manta karang dan manta oseanik. Boleh jadi ada perkawinan campuran di sini, meski kemungkinannya masih perlu dibuktikan.
Di Selat Dampier, ada peningkatan populasi selama satu dekade dari 226 ke 317 individu Sementara di Misool Timur Selatan, peningkatan populasinya lebih tinggi, dari 210 ke 511 individu.
Riset ini memberikan deskripsi paling komprehensif dan terkini seputar bagaimana anak-anak pari manta karang menggunakan Laguna Wayag di Raja Ampat sebagai habitat pembesaran mereka.
Rencana pemerintah Indonesia berencana meningkatkan pariwisata dan kawasan pesisir semasa pandemi harus memperhatikan beberapa hal, seperti pengunjung dan operator wisata.
Pemerintah mempromosikan Raja Ampat sebagai ‘surga dunia’ ke luar negeri. Tetapi di balik keindahan alamnya, banyak yang telantar dan miskin di sana. Apakah benar ia surga dunia bagi penduduk lokal?







