Articles on Perubahan iklim
Displaying 41 - 60 of 340 articles
RUU Perubahan Iklim butuh instrumen analisis biaya-manfaat. Instrumen ini penting untuk menilai apakah suatu rencana kebijakan lebih banyak untung atau ruginya.
Mundurnya AS dari Perjanjian Paris tak menyetop upaya global dalam memerangi perubahan iklim. Sebaliknya, jelang COP30 pemimpin-pemimpin baru mulai mengambil peran.
Menjelang COP 30, sejumlah negara belum juga menyerahkan pembaruan aksi iklim nasional atau second NDC kepada UNFCC, ternasuk Indonesia.
‘Urban Heat Island 'masih menjadi isu sekunder dalam kebijakan bencana. Orang miskin paling terdampak. Kita butuh 'rencana aksi tanggap gelombang panas ekstrem.
Bumi tinggal menghitung waktu, demikian kata riset terbaru. Dunia harus berhenti membakar fosil dan mengambil langkah mendesak untuk mengurangi pemanasan global.
Hujan masih mengguyur. Musim kemarau terlambat datang, tapi masyarakat di wilayah Selatan Indonesia sudah merasakan fenomena ‘bediding’.
Menyelesaikan persoalan banjir rob di Pantura butuh solusi berbasis alam, bukan tanggul laut raksasa.
Sudah saatnya Indonesia membangun sistem tata kelola air yang lebih adaptif dan responsif terhadap risiko perubahan iklim masa kini dan mendatang.
Kaum elite mulai dari Bahlil Lahadalia hingga Taylor Swift berkontribusi lebih banyak atas pemanasan global. Golongan mereka, terutama dari negara maju, menyumbang dua pertiga dari emisi gas rumah kaca dunia yang memicu perubahan iklim.
Saat suhu bumi naik, banyak mikroba yang sebelumnya “jinak” berubah jadi ancaman.
Kebiasaan yang dicontohkan orang lain lebih berpengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan Gen Z, dibanding perintah atau suruhan.
Survei tahun 2025 pada 4.501 siswa SMA di empat kota di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat 3 kategori siswa dalam pendidikan perubahan iklim: si Ragu, si Pelajar, dan si Advokat.
Petani bergulat dengan tantangan perubahan iklim, mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan.
Musim makin tak menentu, nasib serangga penyerbuk terancam.
Laudato Si’ bukan sekadar dokumen gereja, melainkan seruan hidup yang mendesak untuk seluruh umat manusia.
Krisis iklim bisa memicu kecemasan berlebihan (‘eco-anxiety’) yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Bersepeda adalah cara ampuh, mudah, dan murah untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
ENSO (El Niño-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) sangat menentukan intensitas curah hujan di Indonesia.
Rancangan kebijakan iklim Indonesia gagal merangkul aspek sosial dan lingkungan yang tak dapat dilepaskan dari transisi berkeadilan.
Tumbuhan punya cara sendiri untuk “berpuasa”. Tumbuhan “berpuasa” sebagai strategi bertahan hidup saat kondisi lingkungan tidak mendukung



















