Articles on Seksisme
Displaying all articles
Seksisme digital bukan lagi sekadar kumpulan opini yang terpisah atau bersifat individual. Seksisme telah berkembang secara sistemik lewat platform digital dan berdampak nyata di dunia offline.
Meskipun di beberapa negara, deskriminasi berdasarkan umum (‘ageism’) adalah ilegal, praktik-praktiknya masih saja terjadi di banyak organisasi. Tak terkecuali di perguruan tinggi.
Animalisasi tetap merupakan bentuk dehumanisasi yang jahat dan efektif. Simianisasi adalah versi dari strategi ini, yang secara historis merupakan kombinasi mematikan dari seksisme dan rasisme.
Tampaknya ada kekosongan yang kemudian diisi oleh para influencer misogini.
Akun-akun ‘kampus cantik’ merupakan gejala budaya pendisiplinan tubuh perempuan di lingkungan kampus, tempat yang seharusnya menjadi ruang kritis.
Seleksi kepala sekolah di Indonesia bersifat ‘netral gender’ dan berbasis kompetensi kandidat. Tapi, dengan demikian, regulasi tersebut justru buta terhadap hambatan khas guru perempuan.
Cyber sexism dan seksisme adalah bentuk dominasi patriarki yang perilakunya mampu menyebar dan saling berubah bentuk.
Seperempat laki-laki pernah memperkosa atau memaksa perempuan untuk berhubungan seksual.
Organisasi lingkungan utama Amerika Serikat telah berjanji untuk menjanjikan keragaman staf dan dewan mereka selama lebih dari 20 tahun, tetapi bergerak perlahan. Apakah skandal di tempat kerja akan membuat perbedaan?
Di usia 4 tahun, anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang perbedaan gender dan ekspektasi. Tapi kemungkinan kecil mereka sengaja bersikap seksis.









