Articles on Literasi
Displaying 1 - 20 of 32 articles
Hasil PISA 2025 dapat digunakan untuk memotret kondisi pendidikan sebelum dan setelah penerapan berbagai reformasi pendidikan sejak 2000. Mengapa?
Penelitian menunjukkan bahwa yang paling penting bukan seberapa cepat anak mampu membaca sendiri, melainkan bagaimana orang dewasa mendampingi proses mereka belajar membaca.
Dengan memangkas anggaran perpustakaan, negara telah menutup ruang berkembangnya kapabilitas sumber daya manusia.
Ketika murid SD bertanya tentang LGBTQ+, guru tidak cukup hanya melarang atau menghindar. Lalu, bagaimana cara menjawab yang tepat sesuai perkembangan anak?
Di tengah rendahnya literasi siswa Indonesia, apakah mewajibkan Bahasa Prancis merupakan prioritas pendidikan yang tepat?
Rahasia finansial keluarga diuji oleh gempuran gaya hidup digital. Strategi bijak jadi kunci kesejahteraan
Dari taman kota hingga dunia maya, klub baca, #BookTok, dan Dua Lipa menghidupkan budaya baca lintas generasi di tengah tantangan literasi Indonesia.
CC BY99.9 MB (download)
Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan dasar membaca dan berhitung. Keduanya adalah fondasi krusial bagi keberlanjutan proses belajar serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Literasi membuka…
Kementerian Pendidikan di era Prabowo berencana mengevaluasi Kurikulum Merdeka. Terlepas dari hasilnya nanti, penggunaan buku cerita anak dalam pembelajaran harus dipertahankan. Mengapa?
Selain akses, ada faktor lain yang juga berperan dalam menciptakan budaya baca, yaitu norma sosial. Mengapa demikian?
Rilis terbaru hasil PISA 2022 awal Desember lalu membuat banyak pihak bergembira karena adanya kenaikan peringkat. Namun benarkah pendidikan di Indonesia sudah benar-benar terbebas dari masalah?
Pandemi COVID-19 membawa tantangan nyata bagi dunia pendidikan. Salah satu yang paling sering disebut adalah ‘learning loss’. Sudah pulihkah kita dari kondisi tersebut?
Di tengah kekhawatiran turunnya minat baca siswa akibat pandemi, sekolah dan perpustakaan justru gencar berinovasi.
Setelah ditiadakannya UN, kebijakan pendidikan dan metode mengajar seperti apa yang tepat bagi guru di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan sains?
Melalui tulisan ini, kami merekomendasikan tiga cara agar sistem pendidikan Indonesia dapat mendukung pencegahan tumbuhnya ideologi kekerasan dan ekstremisme.
Kami memetakan capaian belajar siswa menggunakan data Survei Kehidupan Keluarga Indonesia (IFLS) periode 2000–2014. Ternyata, hasil belajar anak Indonesia pada 2014 lebih rendah dari tahun 2000.
Program nasional selama 15 tahun gagal atasi krisis literasi di Indonesia. Skor membaca siswa Indonesia pada PISA 2018 masih sama persis dengan saat pertama kali mengikuti PISA pada tahun 2000.
Literasi rendah juga berkontribusi secara signifikan terhadap kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Hasil PISA memberikan diagnosis masalah pendidikan,
Peneliti Indonesia mengembangkan insturumen uji kemampuan membaca dan berhitung untuk tingkat sekolah dasar (SD) yang terinspirasi dari India. Hasil risetnya cukup mengkhawatirkan.
Judul berita tentang penelitian juga tidak selalu mencerminkan isi temuan dengan benar. Jadi bagaimana cara untuk memastikan?



















