Articles on Literasi digital
Displaying 1 - 20 of 32 articles
Meski trennya positif, sebagian guru masih kesulitan mengenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial karena belum menguasai materi secara berimbang.
Ketika murid SD bertanya tentang LGBTQ+, guru tidak cukup hanya melarang atau menghindar. Lalu, bagaimana cara menjawab yang tepat sesuai perkembangan anak?
Algoritma media sosial membentuk konsumsi informasi anak dan meningkatkan risiko konten berbahaya. Cukupkah Permen Komdigi No. 9/2026 memperkuat perlindungan anak di ruang digital?
Meningkatkan kecakapan digital orang tua dan bermain bersama adalah salah satu cara untuk membuat Roblox menjadi platform bermain yang lebih aman bagi anak.
Orang tua cenderung membatasi anak di dunia digital, tanpa sadar bahwa mereka sendiri menggunakannya secara eksesif. Padahal, orang tua adalah agen utama literasi digital anak.
Masifnya aktivitas digital di Indonesia membutuhkan edukasi literasi, terutama bagi pelaku aktif seperti ‘content creator’. Bagaimana caranya?
Rencana pemerintah membatasi penggunaan medsos untuk anak-anak dapat menyebakan tidak fokusnya legislasi dalam menyasar masalah utama dan penumpukan aturan hukum.
Joget Sadbor adalah cermin dari keterbatasan peluang ekonomi di masyarakat. “Mencari perhatian” dianggap jalan pintas untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik.
Tingginya penggunaan AI di kalangan mahasiswa memunculkan risiko terkait kebocoran data, kesehatan mental dan keaslian karya. Bagaimana memitigasinya?
Pengguna ‘game online’ di usia anak rentan risiko kekerasan seksual karena game online memberikan kemudahan dan ‘perlindungan’ untuk pelaku kejahatan seksual melancarkan aksinya.
‘Sharenting’ atau aktivitas orang tua membagikan informasi anak di media sosial memiliki berbagai risiko. Untuk menghindarinya, orang tua perlu memiliki literasi digital. Benarkah demikian?
Pada Pemilu 2024, fenomena penyebaran disinformasi kemungkinan besar akan terjadi lagi. Seluruh pihak berpotensi terpapar maupun ikut memproduksi disinformasi untuk beragam tujuan.
Memperbaiki sekolah vokasi, sekaligus menutup celah kompetensi digital, bisa membantu pekerja muda untuk benar-benar meraup manfaat dari ekonomi maritim yang tengah berkembang.
Sebelum belajar coding, anak perlu belajar orientasi spasial, cara berkomunikasi, serta pemecahan masalah. Hal-hal ini bisa membantu mengajarkan hal-hal mendasar yang diperlukan dalam pemrograman.
Riset kami menemukan bahwa meski Gen Z di Indonesia cenderung percaya pada sumber kredibel, mereka masih kesulitan mendeteksi hoaks yang beredar di media sosial.
Indonesia harus menutup ketimpangan keterampilan digital untuk mencapai visi menjadi negara maju. Riset SMERU Research Institute menawarkan tiga kanal yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai visi ini.
Pemerintah perlu mengembangkan semangat lokalitas dalam desain program literasi digital
Laporan Microsoft Digital Civility Index 2021 bulan lalu mengatakan warganet Indonesia “tidak sopan”. Penyebab utamanya adalah tingkah laku berinternet dari orang dewasa (usia 18-74).
Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan beberapa hambatan dari pengajaran literasi media digital yang ada di Indonesia dan rekomendasi untuk mengatasi hambatan tersebut.
Ada peran media dalam proses pemberian stigma terkait COVID-19 di masyarakat



















