Articles on Laut
Displaying 21 - 40 of 89 articles
Meski menjanjikan, eksplorasi laut dalam juga penuh tantangan yang membuat riset berjalan lambat.
Keindahan terumbu karang bisadiukur. Keindahan ini menjadi aspek penting dalam upaya restorasi.
Menyelesaikan persoalan banjir rob di Pantura butuh solusi berbasis alam, bukan tanggul laut raksasa.
Film ‘Jaws’ berhasil mendorong banyak riset tentang hiu. Mitos hiu sebagai hewan bengis sudah seharusnya ditinggalkan.
Selain tersingkirkan karena aktivitas eksploitasi, nomad laut tidak bisa berlindung ke aparat karena persoalan kependudukan dan catatan sipil.
Tulisan ini meninjau resiliensi perempuan dalam menghadapi kerusakan lingkungan akibat ekspansi tambak yang masif di wilayah pesisir Muara Gembong.
Lautan telah jauh lebih hangat selama dua tahun terakhir. Bumi pun baru saja mencatat rekor panas global lainnya. Apa yang terjadi?
Raja Ampat menjadi lokasi pertemuan manta karang dan manta oseanik. Boleh jadi ada perkawinan campuran di sini, meski kemungkinannya masih perlu dibuktikan.
Struktur bangkai kapal yang mulai rusak dapat melepaskan zat beracun ke lingkungan.
Keamanan laut bukan cuma soal armada kapal perang, dan TNI AL. Masalah organisme asing juga perlu kita waspadai.
Absennya fokus isu kelautan dalam visi-misi seharusnya menjadi evaluasi utama kita yang pertama terhadap pemerintahan Prabowo.
Peningkatan karbon antropogenik di atmosfer sejak revolusi industri telah mengubah kondisi bumi dan biosfer, termasuk variabilitas karbon laut yang mempengaruhi produktivitas laut.
Karena minim dibahas, kita tidak mengetahui bagaimana kredibilitas janji-janji kandidat untuk melaksanakan program ekonomi biru dan pelestarian laut.
Kawasan pesisir rentan tenggelam. Kita membutuhkan terobosan program pembangunan yang berbasis masyarakat dan berkeadilan.
Masyarakat Gili Matra aktif dalam usaha memulihkan karang. Mereka juga mencoba mencari penghasilan tambahan untuk beradaptasi dengan risiko kerusakan ekosistem karang akibat krisis iklim.
Riset terbaru mengungkapkan ratusan kawasan konservasi di Indonesia akan mengalami pemutihan karang parah setiap tahun akibat pemanasan suhu laut. Pemutihan parah akan terjadi tiga tahun lagi.
Tekanan di bagian laut dalam bisa 1000 kali lebih besar daripada tekanan yang kita alami di permukaan laut. Tapi makhluk yang hidup di sana memiliki beberapa keistimewaan.
Mulai dari kepiting berbulu yang mengenakan topi spons laut hingga cacing yang bersinar dalam gelap, para ilmuwan terus menemukan bentuk kehidupan baru yang menakjubkan di lautan.
Restorasi mangrove dan karang akan sulit efektif tanpa dibarengi pemulihan ekosistem esensial lainnya seperti lamun.
Seorang ahli menjelaskan skenario terbaik dan terburuk dari kapal selam komersial yang hilang.


















