Articles on Keanekaragaman hayati
Displaying 1 - 20 of 58 articles
Mendokumentasikan keanekaragaman hayati Kalimantan tak lagi harus mengejar satwa langsung. Lewat metode eDNA, segelas air sungai dapat mengungkap jejak kehidupan yang tersembunyi di dalam hutan.
Berbagai tekanan terjadi secara bersamaan dan mengancam kelangsungan hidup orangutan Tapanuli—mulai dari industri ekstraktif, penebangan hutan, perluasan lahan pertanian, hingga perubahan iklim.
Riset terbaru menunjukkan Raja Ampat memiliki populasi hiu berjalan terpadat di dunia untuk seluruh genus hiu ini. Masyarakat lokal terutama ibu-ibu dan perempuan muda di Pulau Arborek ikut terlibat dalam riset.
Kasus penyembelihan tapir di Mesuji bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bukti nyata krisis habitat.
Pengetahuan tentang obat tradisional di Berbak kini terancam hilang. Butuh transformasi pendidikan dan ekonomi untuk melestarikannya.
Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang sebagai bagian kerja sama konservasi sekaligus mempererat hubungan diplomasi. Apa risikonya?
Di desa-desa terpencil di Borneo, penduduk setempat mendapatkan penghasilan dengan merekam satwa liar — mengubah paradigma konservasi.
Penelitian terbaru menemukan bahwa sapi madura punya keanekaragaman tertinggi di antara sapi domestik global akibat aliran gen dari banteng pada abad ke-7.
Terumbu karang yang rusak akibat bom ikan tidak mungkin pulih secara alami tanpa campur tangan manusia.
Salah satu proyek di Indonesia memperkenalkan skema ‘imbalan untuk melepaskan’ yang mendorong nelayan untuk menyelamatkan tangkapan sampingan hiu dan pari.
Banyak hewan besar yang punah secara mengejutkan baru-baru ini. Ketika mereka mati, peran ekologis mereka pun ikut hilang.
Big data biodiversitas mendesak dibutuhkan untuk perlindungan biodiversitas yang lebih baik.
Wakaf untuk kawasan hutan berpotensi besar mendukung konservasi alam sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Tulisan ini bercerita tentang bagaimana perbedaan komposisi lumut di dua lereng gunung yang berseberangan dipengaruhi oleh iklim dan topografi, dan karenanya membentuk zonasi yang berbeda.
Penelitian kami menunjukkan bahwa metode eDNA lebih efektif dibandingkan metode sensus visual dalam proses pendataan biodiversitas laut. Namun, ada tantangan untuk implementasi eDNA dalam skala luas.
Keanekaragaman hayati di ambang kritis. Ini menjadi PR besar bagi pemerintahan mendatang di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk menyusun strategi konservasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Keong darat adalah spesies yang rentan punah. Sayangnya, ia seolah terabaikan dalam perbincangan publik seputar pelestarian kehidupan liar.
Mulai dari kepiting berbulu yang mengenakan topi spons laut hingga cacing yang bersinar dalam gelap, para ilmuwan terus menemukan bentuk kehidupan baru yang menakjubkan di lautan.
Airborne DNA memungkinkan peneliti untuk mengetahui keberadaan satwa terancam yang sulit dijumpai melalui DNA yang ditinggalkannya di udara.
Realisasi investasi energi bersih di Indonesia jauh dari capaian. Padahal, ancaman dari produksi dan penggunaan batu bara sebagai sumber energi terhadap keanekaragaman hayati makin jelas terpampang.

















