Articles on Satwa Liar
Displaying 1 - 20 of 43 articles
Studi terbaru menemukan virus hepatitis B menginfeksi lutung jawa. Perdagangan dan konversi lahan menciptakan kontak tak alami, mendorong limpahan virus antarspesies primata.
Mendokumentasikan keanekaragaman hayati Kalimantan tak lagi harus mengejar satwa langsung. Lewat metode eDNA, segelas air sungai dapat mengungkap jejak kehidupan yang tersembunyi di dalam hutan.
Ketika kebakaran memusnahkan populasi satwa sebelum sempat diteliti, Indonesia juga bisa kehilangan informasi genetik yang mungkin tidak akan pernah bisa dipulihkan.
Kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya membuat kondisi kesejahteraan hewan semakin buruk.
Kasus penyembelihan tapir di Mesuji bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bukti nyata krisis habitat.
Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang sebagai bagian kerja sama konservasi sekaligus mempererat hubungan diplomasi. Apa risikonya?
Sapi bali secara genetik sangat mirip dengan banteng. Lantas, bisakah modifikasi gen sapi bali membantu upaya konservasi banteng?
Konflik manusia–satwa liar masih saja terjadi di Indonesia. Kasus terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menunjukkan konflik itu bukan karena masalah perilaku satwa atau warga, melainkan hasil dari desain kebijakan dan tata kelola yang timpang sejak lama.
Di desa-desa terpencil di Borneo, penduduk setempat mendapatkan penghasilan dengan merekam satwa liar — mengubah paradigma konservasi.
Pasar hewan liar di Indonesia berisiko memicu pandemi baru. Sanitasi buruk dan perdagangan hewan liar berisiko tinggi zoonosis menjadi penyebabnya.
Orangutan adalah spesies yang terancam punah, dan populasinya menurun drastis dalam seratus tahun terakhir.
Kekeringan berdampak parah bagi amfibi, ikan-ikan, primata, kehidupan laut, hingga reptil purba.
Setelah puluhan tahun absen, buaya kini terlihat di Bali, Lombok, dan Jawa. Hal ini baik bagi spesies – namun bagaimana dengan kita?
Tiktok melanggar pedoman yang diterbitkannya sendiri.
Spesies ini belum tercatat sejak pertama kali dijelaskan pada 1933 oleh de Beauchamp, di sebuah pulau tidak jauh dari George melihatnya.
Meskipun sudah mendapatkan izin penangkaran satwa liar, hal-hal yang terkait dengan kelayakan hidup hewan yang masuk dalam penangkaran juga harus diperhatikan.
Orang utan adalah satwa yang vokal. Pengkajian suaranya selama kejadian seperti kebakaran dapat menjadi tanda bagaimana asap mempengaruhi kesehatan mereka.
Perdagangan trenggiling dari Indonesia ke Cina tercatat sudah terjadi sejak era kolonial.
Melalui ‘biobanking’, para ahli bahkan tengah mencoba menghidupkan satwa yang sudah punah seperti mamut berbulu.
Salah satu tempat yang kredibel adalah Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UI.


















