Articles on Keanekaragaman hayati
Displaying 21 - 40 of 58 articles
Panel surya bisa jadi tempat yang cocok untuk satwa-satwa beristirahat, berlindung, dan berkembang biak – berpotensi menambah kesuburan lahan yang bermanfaat bagi petani.
Pandangan baru merekomendasikan kawasan lindung lebih inklusif serta mengakomodasi kepentingan sosial, ekonomi, dan ekologi yang lebih luas.
Konferensi Biodiversitas PBB (COP15) di Montreal, Kanada, sudah berakhir. Berikut ini langkah selanjutnya yang perlu dilakukan.
Para perunding berharap bisa menempatkan umat manusia untuk hidup selaras dengan alam pada 2050.
Alam mulai membentuk pola pada tingkat molekuler – dan terkadang tumbuh menjadi ukuran yang sangat besar.
Jamur menopang kehidupan di Bumi, tetapi jauh lebih sedikit dikatalogkan dan dipahami. Tiga ilmuwan menyerukan untuk memasukkan jamur dalam strategi konservasi dan kebijakan lingkungan.
Tuntutan hukum ini mirip dengan upaya legal melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh perusahaan tembakau.
Perubahan iklim telah membuat lautan tropis terlalu panas bagi beberapa spesies. Ketika berpindah ke arah kutub, akan berdampak besar bagi ekosistem dan mata pencaharian manusia.
Seaspiracy memang menunjukkan persoalan serius kelautan global, seperti eksploitasi perikanan tangkap dan perbudakan. Namun, perikanan berkelanjutan bukan mitos.
Keterbaruan status kalabia, spesies hiu berjalan endemik Indonesia, seharusnya bisa mendorong perlindungan penuh bagi spesies ini,
Kasus keterdamparan paus pilot di Bangkalan, Madura, bukan kali pertama di Indonesia. Bahkan, beberapa kali dilaporkan satwa laut terdampar ke pantai di penjuru dunia.
Pandemi berimbas baik dan buruk bagi lingkungan hidup, untuk Indonesia dan global.
As more and more plastic trash permeates the Semakin banyak sampah plastik di lautan, serpihan plastik masuk ke dalam ikan dan kerang - dan berpotensi juga masuk ke manusia
COVID-19 telah ditemukan pada hewan peliharaan, di kebun binatang dan cerpelai liar di Utah. Mengawasi COVID-19 pada binatang liar penting bagi hewan dan manusia, keduanya berisiko tertular virus.
Profesor Jatna sangat aktif berkecimpung di dunia riset dan penelitiannya banyak mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di tingkat global.
Penelitian penulis dan tim mahasiswa tentang pengolahan limbah cair kelapa sawit sekaligus produksi listrik terbarukan menggunakan microbial fuel cells di Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya.
Jumlah ini 35 kali lebih besar dibanding perkiraan berat polusi plastik di permukaan laut.
Hutan merupakan penyangga yang esensial di antara manusia dan kehidupan liar — dan virus yang mereka bawa. Agrikultur global menghancurkan hutan, merusak biodiversitas, dan membahayakan manusia.
Campur tangan manusia terhadap lingkungan dapat meningkatkan ancaman penyakit, seperti COVID-19. Namun, bersentuhan dengan alam juga bisa menjadi solusi untuk pandemi ini.
Kehilangan biodiversitas secara cepat akibat perubahan iklim juga merupakan ancaman signifikan bagi kehidupan manusia.



















