Articles on Guru
Displaying 1 - 20 of 60 articles
Hasil PISA 2025 menunjukkan paradoks. Banyak siswa datang ke sekolah dengan modal belajar positif tapi modal belajar tersebut tidak serta merta berubah menjadi kompetensi akademis.
Meski trennya positif, sebagian guru masih kesulitan mengenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial karena belum menguasai materi secara berimbang.
Ketika murid SD bertanya tentang LGBTQ+, guru tidak cukup hanya melarang atau menghindar. Lalu, bagaimana cara menjawab yang tepat sesuai perkembangan anak?
Tidak mudah menjadi seorang guru di tengah maraknya aksi kekerasan di sekolah. Guru tak hanya harus mengajar, mengayomi, dan menjadi teladan, tetapi juga kebanjiran tugas administratif yang berjibun.
Temuan riset mengungkapkan bahwa distribusi makanan yang tidak sesuai jadwal serta menumpuknya tugas baru bagi guru justru mengganggu kelancaran proses belajar-mengajar.
Banyak lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) enggan mengajar karena rendahnya tingkat kesejahteraan dan lemahnya sistem rekrutmen guru.
Guru bukan konselor. Kejelasan peran antara guru dan konselor sangatlah penting untuk melindungi murid sekaligus tenaga pendidik.
Di era ketika AI mampu menghitung segalanya, tugas guru adalah mengajarkan siswa untuk berpikir, bernalar, dan menemukan makna di balik simbol dan rumus.
Di tengah kurikulum yang gonta-ganti guru perlu memiliki kemampuan untuk menguasai dan menyesuaikan kurikulum sesuai lingkungan dan kebutuhan pembelajaran masing-masing.
Bagaimana guru menghadapi tantangan terkait kurikulum yang sering berganti?
Tutor, pamong belajar, dan pendidik nonformal masih diperlakukan secara tidak adil oleh negara. Padahal profesi mereka tidak kalah kompleks dibandingkan guru formal.
Tenaga pengajar perlu memahami fungsi otak, tetapi perlu terhindari dari mitos neurosains.
Guru perlu memiliki keterampilan dan sikap asertif (tegas) sebagai jalan tengah dari sikap agresif dan pasif. Mengapa demikian?
Program Pendidikan Guru Awal di Indonesia memerlukan proses seleksi yang lebih ketat serta kombinasi teori dan praktik yang lebih banyak. Mengapa?
Pendekatan kolaborasi dengan mendesain bersama (‘co-design’) memiliki potensi besar untuk menjadi solusi atas berbagai tantangan dunia pendidikan di Indonesia.
Pemahaman guru terhadap perubahan iklim masih terbatas. Namun, pengalaman langsung terkait dampak perubahan iklim membuat mereka antusias untuk menerapkan pendidikan perubahan iklim di sekolah.
Guru perlu merasa aman dan nyaman saat mengajar karena keberadaan guru yang sejahtera secara fisik maupun mental penting sebagai kunci utama keberhasilan pembelajaran siswa.
Perlu ada upaya untuk mengintegrasikan konsep pendidikan dan pengasuhan dalam PAUD di Indonesia. Mengapa?
Kompetensi pendidikan inklusif sangat penting bagi guru reguler untuk memastikan bahwa semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan tambahan, dapat belajar dengan optimal di kelas yang sama.
Guru penting hadir di dunia maya, terutama sebagai pengimbang dan konfirmasi dari banyaknya informasi yang bertebaran di media sosial.



















