Articles on cuaca ekstrem
Displaying all articles
Fatalisme bukanlah karakter bawaan masyarakat. Sikap tersebut sering kali terbentuk akibat kegagalan sistem mitigasi dan absennya negara.
Nasib para pengemudi ojol semakin rentan akibat cuaca ekstrem. Sementara algoritma platform buta iklim.
Kenaikan suhu tak hanya soal lingkungan, tetapi juga menekan produktivitas UMKM. Studi terbaru menunjukkan pendapatan usaha kecil & menengah di Indonesia bisa turun hingga 14% akibat panas ekstrem.
Indonesia tidak lagi bebas siklon tropis. Kita membutuhkan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana yang lebih serius.
Badai tropis Ditwah dan Senyar menunjukkan bahwa kita harus bersiap menghadapi badai yang memiliki angin lemah tetapi membawa curah hujan yang ekstrem.
Saat respons pemerintah terhadap bencana lambat, warga harus lebih siaga. Ada banyak aplikasi dan data satelit yang bisa diakses secara gratis untuk memantau kondisi sekitar.
‘Urban Heat Island 'masih menjadi isu sekunder dalam kebijakan bencana. Orang miskin paling terdampak. Kita butuh 'rencana aksi tanggap gelombang panas ekstrem.
Bumi tinggal menghitung waktu, demikian kata riset terbaru. Dunia harus berhenti membakar fosil dan mengambil langkah mendesak untuk mengurangi pemanasan global.
Hujan masih mengguyur. Musim kemarau terlambat datang, tapi masyarakat di wilayah Selatan Indonesia sudah merasakan fenomena ‘bediding’.
Studi baru menunjukkan bagaimana polusi udara bisa secara tidak sengaja menekan laju pemanasan global. Ketika selubung itu hilang, maka suhu Bumi meningkat.
Sudah saatnya Indonesia membangun sistem tata kelola air yang lebih adaptif dan responsif terhadap risiko perubahan iklim masa kini dan mendatang.
Musim makin tak menentu, nasib serangga penyerbuk terancam.
ENSO (El Niño-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) sangat menentukan intensitas curah hujan di Indonesia.
Tumbuhan punya cara sendiri untuk “berpuasa”. Tumbuhan “berpuasa” sebagai strategi bertahan hidup saat kondisi lingkungan tidak mendukung
Banjir terus datang, tapi kita masih gagap. Dengan pendekatan ilmiah, prediksi bisa ditingkatkan. Namun, apakah kebijakan sudah berbasis data atau masih reaktif?
Lautan telah jauh lebih hangat selama dua tahun terakhir. Bumi pun baru saja mencatat rekor panas global lainnya. Apa yang terjadi?
Warga Pulau Mensemut dihantam abrasi yang menenggelamkan dua per tiga ruang hidup mereka. Namun, mereka menolak pindah meski terancam. Mengapa begitu?
Karena praktik-praktik tak berkelanjutan, sistem pertanian Indonesia sangat rapuh di segala sisi.
Lebih dari 100 juta jiwa akan terdampak kekeringan luar biasa, panas menggila di perkotaan, ditambah risiko banjir bandang dan longsor di dataran tinggi.
Dampak cuaca ekstrem ini juga dipicu oleh aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer



















