Articles on #BuruhAkademia
Displaying all articles
Tingginya biaya APC sering kali menyerap lebih dari separuh dana hibah penelitian dosen, padahal negara menjadikannya syarat mutlak kelulusan S3 dan kenaikan jabatan ke Guru Besar.
Untuk bisa bersaing dalam kompetisi global, negara harus meningkatkan investasi pendidikan tinggi, memperbaiki kesejahteraan dosen, kemudian memperkuat kapasitas riset.
Dosen vs Negara: Bersakit-sakit dahulu, sejahteranya kapan?
CC BY70.9 MB (download)
Profesi dosen sering dipandang sebagai pekerjaan yang mapan, bergengsi, dan sejahtera secara finansial. Namun, di balik jas almamater dan gelar akademis yang mentereng, tersimpan realita pahit di mana…
Bagaimana guru menghadapi tantangan terkait kurikulum yang sering berganti?
Tutor, pamong belajar, dan pendidik nonformal masih diperlakukan secara tidak adil oleh negara. Padahal profesi mereka tidak kalah kompleks dibandingkan guru formal.
Acara diskusi bulanan TCID, Conversation Corner, edisi ketiga menjadi ruang langka bagi para dosen mencurahkan suka duka dalam profesi mereka
Permasalahan integritas akademis di Indonesia membutuhkan solusi dari banyak sisi—sejak dari hulu hingga ke hilir.
Tunjangan kinerja untuk dosen ASN di bawah pengelolaan Kemendiktisaintek sudah 5 tahun belum dibayarkan. Mengapa?
CC BY82.6 MB (download)
Tagar #JanganJadiDosen baru-baru ini menjadi trending topic di berbagai platform media sosial, salah satunya X (twitter). Hal ini dipicu oleh cuitan seorang pengguna media sosial yang mengkritik gaji dosen…
Problematika kesejahteraan guru dan dosen dapat diurai melalui jalur hukum, salah satunya dengan uji materi. Bagaimana implementasinya?
Hubungan antara guru dan dosen sebagai pekerja dengan satuan pendidikan sebagai pemberi kerja menuai berbagai persoalan yang kompleks. Apa saja penyebabnya?
Kajian ilmiah terkait profesi dosen dan perguruan tinggi bak tamu di rumah sendiri.
Riset terbaru memaparkan realita kesejahteraan dosen di Indonesia dan menangkis persepsi publik bahwa profesi tersebut menjanjikan. Di tengah beban kerja yang berat, banyak dosen digaji sebatas UMR.
Di tengah ketidakjelasan standar gaji hingga praktik-praktik ketenagakerjaan buruk yang kerap menimpa mereka, serikat bisa jadi wadah bagi dosen untuk memperjuangkan kesejahteraannya secara kolektif.
Benarkah dosen bukan buruh? Apakah tepat jika kita geram apabila pengelolaan kampus dianggap disamakan dengan lembaga politik atau korporasi? Bagaimana komunitas akademik perlu menyikapinya?














