Politik + Masyarakat – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 76 - 100 dari 1572 artikel
Selama 18 bulan, Prabowo melakukan 49 kunjungan ke 28 negara. Apa hasilnya bagi Indonesia?
Warganet kerap merespons dengan emoji tertawa atas isu-isu besar di negara ini. Sebenarnya kita benar-benar tertawa, atau menertawakan sesuatu yang tidak lucu?
Ibu yang bekerja kerap disalahkan saat terjadi kekerasan pada anak di daycare. Padahal, sistem perawatan kita yang belum kokoh adalah akar masalah sebenarnya.
Berikut adalah hal-hal yang seharusnya menjadi fokus psikolog olahraga Arsenal menjelang akhir musim Liga Premier yang mendebarkan.
Program CSR perusahaan tambang kerap tidak bermanfaat bagi masyarakat adat. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakjelasan definisi masyarakat adat.
Orang yang mengutamakan kebersamaan (kolektivis) cenderung menghindari aksi turun ke jalan, Tapi mereka bisa memilih aksi dalam bentuk lain yang mungkin tidak termasuk “aksi” dalam pengertian konvensional.
Jika negara kehilangan miliaran, bahkan triliunan, rupiah, sementara pelaku hanya kehilangan kebebasan beberapa tahun, apakah itu bisa disebut keadilan?
Pemerintah tengah melakukan sabotase akuntabilitas terhadap kerja pers. Ketika publik menuntut penjelasan, ruang untuk bertanya melalui media justru dipersempit.
Kesenjangan multidimensi antara perempuan dan laki-laki di Indonesia tidak hanya terjadi di ruang kerja. Ini dimulai sejak pagi hari, yaitu di jalan-jalan macet, di antrean bus, dan di kursi KRL.
CC BY36,3 MB (download)
Makin banyak selebritas dan seniman yang mulai menunjukkan sikap politik mereka melalui karya dan panggung hiburan. Aspirasi politik mereka dapat berdampak luas.
Seksisme digital bukan lagi sekadar kumpulan opini yang terpisah atau bersifat individual. Seksisme telah berkembang secara sistemik lewat platform digital dan berdampak nyata di dunia offline.
Pekerja rumah tangga (PRT) masih belum diakui pekerjaan sungguhan. Bias gender dan ketimpangan relasi ternyata turut berperan dalam membentuk pandangan rendah atas kerja-kerja yang PRT lakukan.
Negara sebaiknya dipimpin oleh mereka yang bermental sipil cendekia, bukan militer.
Negara kian lihai memakai hukum untuk mengontrol narasi. Ancaman blokir Wikimedia merupakan upaya sistematis memonopoli otoritas kebenaran digital.
Konsep love language memang populer, tapi sering kali terlalu menyederhanakan masalah dan menyesatkan cara kita memahami hubungan.
Membebaskan ruang udara Indonesia akan menjadi ujian sikap politik luar negeri era Prabowo.
Tes genetik kini wajib bagi atlet perempuan di Olimpiade. Hal ini dinilai terlalu menyederhanakan fakta biologis dan dapat mendiskriminasi sejumlah atlet perempuan.
Survei nasional menunjukkan bahwa mayoritas program MBG mengaku tidak memperoleh manfaatnya.
Bagaimana jika ide dan editing kamu dianggap tak bernilai oleh Jaksa? Kriminalisasi Amsal Sitepu jadi alarm: tanpa standar audit kreatif, proses kreatif kini jadi sasaran empuk pasal korupsi.
Tidak semua orang merayakan Idulfitri dengan suka cita. Bagi yang sedang berduka, rasa kehilangan bisa terasa sangat nyata.
Konten nostalgia Ramadan dan Lebaran membuat kita nostalgia keindahan masa kecil. Padahal di baliknya ada banyak ketimpangan.
Dampak matinya kepakaran adalah diskusi publik yang mudah terdistorsi dan semakin dangkal, serta sikap masyarakat yang dibentuk oleh informasi tidak utuh.
Tindakan ‘pamer’ pencapaian saat lebaran mungkin bentuk mendasar dari kebutuhan kita untuk diterima dan dihargai oleh lingkungan.
Teror air keras terhadap Andrie Yunus menandai “malapetaka” baru bagi pembela HAM. Di tengah mandulnya hukum nasional dan label ‘antek asing’, keterlibatan PBB dalam memantau kinerja perlindungan HAM Indonesia amatlah mendesak untuk mendorong perbaikan.
Idulfitri di depan mata, tapi warga Aceh masih bergelut dengan lumpur dan banjir. Mengapa rencana pemulihan bernilai triliunan rupiah tak kunjung membuat rakyat merasa aman di rumah sendiri?
























