Pendidikan + Budaya – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 76 - 100 dari 931 artikel
Polemik terkait pengaturan profesi psikologi tidak akan pernah selesai jika semua pihak terjebak pada ego sektoral dan tafsir hukum semata. Yang terpenting adalah memastikan perlindungan masyarakat.
Denny Caknan bisa sukses tanpa dukungan label karena piawai memanfaatkan semua kekurangannya sebagai bagian dari ‘personal branding’.
Revisi UU Sisdiknas perlu menengok ulang kebijakan wajib belajar 13 tahun, alokasi anggaran 20%, dan perlindungan di lingkungan belajar. Mengapa?
TKA dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia jika tidak diposisikan sebagai “hakim” tapi sebagai “stetoskop” yang mendiagnosa apa yang kurang dalam sistem pendidikan kita.
Publikasi ilmiah Indonesia tumbuh pesat. Namun ketika jurnal menerbitkan ratusan artikel tiap tahun, muncul pertanyaan: bagaimana menjaga kualitas dan integritas ilmiahnya?
Algoritma media sosial membentuk konsumsi informasi anak dan meningkatkan risiko konten berbahaya. Cukupkah Permen Komdigi No. 9/2026 memperkuat perlindungan anak di ruang digital?
Sebuah perangkat komputasi dengan algoritma yang dirancang khusus untuk merekonstruksi teks pada Batu Singapura kini siap digunakan.
Setiap tahun, umat Muslim merayakan dua hari raya besar. Satu sebagai penanda usainya bulan suci Ramadan, dan yang lainnya bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Haji.
Some years ago, my linguistic research team and I started to develop a computational tool aimed at reconstructing the text of the Singapore Stone. Now that software is ready.
Perempuan peneliti di Indonesia menghadapi berbagai tantangan serius. Mulai dari tuntutan akademis yang tinggi, stigma sosial, hingga ‘double glass ceiling’.
Lirik lagu Melayu Kepri dan Minangkabau menggambarkan kampung halaman secara berbeda. Lagu Melayu sarat narasi harmoni, sementara lagu Minang sarat nostalgia.
Perempuan sulit berkarier di STEM bukan karena kurang mampu, tetapi karena norma kepantasan membatasi suara, mobilitas, dan kepemimpinan. Tanpa perubahan sistem, kesetaraan hanyalah slogan.
Program teater keliling di Kalimantan Tengah membuktikan bahwa boneka dari gambut efektif sebagai media edukasi lingkungan.
Jika kita menempatkan diri sebagai salah satu dari 44 orang ini, mungkin saja kita juga lebih memilih untuk tidak pulang.
LPDP makin galak di 2026: Sanksi pajang nama & denda miliaran rupiah
CC BY57,5 MB (download)
Di tengah upaya Indonesia membangun ekosistem pengetahuan yang tangguh, isu mengenai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang enggan kembali ke Tanah Air kembali mencuat di awal…
Iklan Marjan tidak sekadar menawarkan produk, tetapi menjadi penanda penting yang membentuk persepsi dan cara kita merayakan Ramadan.
Perguruan tinggi harus berani mengintegrasikan pengetahuan hidup masyarakat—termasuk seni dan praktik budaya—sebagai bagian dari dasar pengambilan keputusan.
Kisruh LPDP merugikan semua pihak, apalagi calon penerima beasiswa. Alih-alih terjebak pada perdebatan personal yang berujung menghakimi, diskusi publik seharusnya diarahkan pada penguatan desain kebijakan bagi kita.
Semakin banyak adaptasi kisah romantis bermunculan—tetapi apa yang membuat terjemahan dari halaman buku ke layar benar-benar berhasil?
Program Titian dikenalkan untuk mengisi kekurangan psikolog di Indonesia melalui penyetaraan psikolog umum menjadi tenaga kesehatan. Namun program ini menuai pro dan kontra. Apa solusinya?
Jurnalisme membutuhkan proses redaksi yang tidak hanya mengadopsi AI, tetapi juga memahami cara kerjanya, batasannya, dan konsekuensinya.
Praktik sitasi bukanlah aktivitas netral, melainkan produk dari sejarah keilmuan, rezim evaluasi, dan relasi kuasa global. Ini terutama berdampak pada mahasiswa dan akademisi di kampus pinggiran.
Norma dan sistem yang tidak mendukung membuat laki-laki semakin sulit untuk terlibat secara penuh dalam pekerjaan rumah tangga
Dalam budaya Bugis, kuru’ sumange’ menunjukkan bahwa terima kasih bukan sekadar ujaran, melainkan tindakan etis berupa doa dan balasan batin yang menjaga martabat serta keseimbangan relasi sosial.
Publik menyoroti masuknya kata ‘kapitil’ dalam KBBI dan diperkenalkannya ejaan ‘Tailan’ menggantikan ‘Thailand’. Mengapa kita bereaksi terhadap perubahan kata?























