Pendidikan + Budaya – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 151 - 175 dari 931 artikel
Sejarah bunyi tidak terikat tempat. Ia bisa jadi adalah hasil dari pertemuan yang berevolusi atau kreativitas komunitas lokal. Lonceng perunggu di Katingan, Kalimantan Tengah adalah buktinya.
CC BY65,6 MB (download)
Perdebatan antara rumpun ilmu sains dan teknologi (saintek) dengan ilmu sosial dan humaniora (soshum) kembali mencuat di ruang publik digital. Isu ini berawal dari kebijakan beasiswa pemerintah yang dinilai…
Riset terbaru menunjukkan bahwa asal-usul sosial menentukan prestasi belajar. Ketimpangan ini tampak jelas antara kota dan desa, sekolah negeri dan swasta, serta kelompok kaya dan miskin.
SR dan SUG perlu menguatkan segmentasi pendidikan berbasis latar belakang sosial dan ekonomi, serta memperkuat ketimpangan mobilitas sosial.
Lukisan gua sering disebut sebagai karya seni pertama yang pernah dibuat. Namun, bisakah kita benar-benar menyebut lukisan gua sebagai seniman awal?
Dana abadi kampus berpotensi membuka akses pendidikan inklusif, tapi perlu komunikasi yang tepat agar tidak intrusif.
Riset menunjukkan bahwa perundungan di sekolah sering dianggap normal. Faktor lingkungan dan budaya sekolah berperan besar dalam menormalisasi perundungan.
Sistem hukum di Aceh tumbuh dari keberagaman sumber nilai. Aceh dapat menjadi contoh untuk menemukan titik seimbang antara hukum nasional, syariat, dan adat lokal.
Krasznahorkai adalah penulis modernis yang berpegang teguh pada keindahan dan seni.
Riset menunjukkan bahwa komunitas adat menjadi benteng pertahanan ekologis – justru ketika sekolah formal sering kali gagal menautkan teori dengan realitas.
Tidak semua riset dapat diukur dengan logika industri. Luaran riset sosial tentang kekuasaan, budaya, atau kebijakan tidak bisa diperlakukan sama dengan prototipe panel surya. Mengapa?
‘Demon Slayer: Mugen Train’ memadukan sifat fana Buddha, filosofi Shinto, dan etika samurai, menjadi pelajaran tentang keberanian dan penderitaan.
Pemerintah dan elite politik perlu memiliki empati agar bisa merumuskan kebijakan yang adil, mencegah konflik, dan membangun legitimasi moral.
Sejarah menunjukkan bahwa pecalang memiliki posisi yang begitu lentur, sehingga sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak dengan beragam kepentingan.
Demi jurnalisme berkualitas yang melayani kepentingan publik, dana jurnalisme penting dibentuk di Indonesia. Riset buktikan opsi ini masuk akal.
Dinamika bahasa di ruang publik, seperti istilah ‘nyahroni’, menjadi cermin praktik perlawanan rakyat melalui kreativitas linguistik.
Di tengah terpaan konten digital yang membuat anak-anak menjadi pasif, mengembalikan permainan tradisional dalam keseharian anak-anak dapat menjadi intervensi kesehatan yang murah.
Serial TV berkualitas bisa membantu anak menumbuhkan kembali pengaturan waktu, emosi dan perilaku eksploratif yang sering hilang karena terpaan konten digital.
Normalisasi bahasa militer dalam ruang sipil bisa menyimpan risiko besar terhadap budaya komunikasi dan cara kita memandang hubungan sosial.
Tak heran jika teman AI yang terasa nyata ini begitu menarik bagi mereka yang kesepian. Namun, bagi sebagian orang, hubungan ini bisa berisiko, bahkan berbahaya
CC BY65,5 MB (download)
Di banyak tempat di Indonesia, mitos bukan sekadar dongeng pengantar tidur atau kisah seram penuh mistis. Ia lahir dari upaya masyarakat untuk memahami dunia di sekitarnya, mulai dari bagaimana membaca…
Pernikahan beda suku menghasilkan strategi menjalin hubungan antaretnis yang harmonis.
Konten yang dibentuk dalam ruang gema media sosial dapat memunculkan polarisasi. Karena itu, ‘influencers’ sebaiknya membuat konten berdasarkan data, fakta dan etika.
Festival musik adalah arena pertempuran ideologi ekonomi dan politik. Pestapora 2025 menjadi contoh bagaimana ruang kebebasan seni justru dipakai sebagai alat ‘artwashing’ oleh perusahaan ekstraksi.
Slogan dalam aksi demo bukanlah sekadar ekspresi verbal, melainkan intisari dari perasaan kolektif, identitas, dan perlawanan masyarakat.























