Pendidikan + Budaya – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 51 - 75 dari 931 artikel
Anak-anak dan kaum muda sebenarnya peka terhadap perubahan lingkungan di sekitar mereka. Namun, tidak semua anak dan kaum muda menyebut pengalaman itu sebagai ketidakadilan iklim. Mengapa?
Unit SPPG masih banyak berpusat di Jawa sehingga banyak pelajar di luar Jawa yang tidak memperoleh manfaat dari program MBG.
Teknologi gen AI kini mampu mereplikasi wajah, suara, ekspresi, bahkan karakter kreatif seseorang dengan tingkat kemiripan yang sulit dibedakan dari realitas. Apa risikonya?
Dosen di Indonesia memiliki tugas utama pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Haruskah mereka unggul di ketiganya?
Riset menunjukkan, 72 persen artikel dari temuan penelitian ilmu sosial dan perilaku tidak bisa direka ulang, 25 persen menunjukkan temuan yang berbeda, dan 49 persen gagal dikonfirmasi.
Temuan riset mengungkapkan bahwa distribusi makanan yang tidak sesuai jadwal serta menumpuknya tugas baru bagi guru justru mengganggu kelancaran proses belajar-mengajar.
Alih-alih menghukum, kerangka keadilan transformatif menggerakkan masyarakat sebagai pihak yang memperjuangkan pemulihan relasi. Cerita Hendro, seorang korban terorisme, adalah contohnya.
Sejak dulu, para penulis buku harian selalu merasa lega setelah menumpahkan isi hati mereka lewat tulisan. Pertanyaannya, mampukah esai memberikan manfaat emosional yang sama?
Membaca sejatinya adalah tugas paling menantang yang harus dipelajari manusia. Untuk mengurai tingkat kesulitannya, seseorang harus terlebih dahulu memahami aspek fisiologis dari aktivitas membaca.
Kalau sudah ada AI, kenapa repot-repot belajar bahasa Asing? Ini penjelasannya.
Saat memilih ‘daycare’, orang tua perlu melihat lebih jauh dibanding sekadar tampilan fisik. Apa saja yang perlu diperhatikan?
Kamasutra menegaskan bahwa kualitas hubungan seksual hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang efektif dan saling pengertian. Dalam hal ini, ‘consent’ menjadi kunci utamanya.
Risiko digital remaja dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi.
Sekolah dengan budaya positif tetap membutuhkan prosedur yang jelas, terutama saat budaya tersebut masih dalam proses bertumbuh. Ini mengapa PPKSP dan BSAN justru bisa melengkapi satu sama lain.
CC BY38 MB (download)
Kemendiktisaintek sempat melempar wacana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi, yang dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Alasannya, lulusannya susah mendapatkan pekerjaan…
Ketika kebutuhan pasar dijadikan dasar kebijakan kampus, pendidikan tinggi berisiko kehilangan fungsi kritisnya karena hanya dinilai dari fungsi ekonominya.
SMK diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja teknis di beberapa sektor ekonomi baru, namun riset ini menemukan berbagai kesulitan yang mereka hadapi untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi yang berkualitas
Gambar AI Donald Trump yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus menuai kecaman luas dan dianggap sebagai penistaan agama. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penistaan agama?
Lewat media sosial, toleransi beragama berhasil menemukan bentuk yang lebih cair. Ia hadir dengan cara yang lebih dekat sehingga bisa merangkul lebih banyak orang.
Dari The Doors, Kraftwerk, hingga Justin Bieber: para musisi memiliki sejarah panjang dalam mengeksplorasi makna di balik pertunjukan ‘langsung’.
Kasus dugaan kekerasan seksual di FH UI bukan lagi hanya soal pelaku, tetapi soal ekosistem yang permisif terhadap perilaku tumbuh tanpa koreksi sosial yang memadai.
Platform berbasis AI menarik tenaga kerja informal ke dalam ekonomi digital global, tapi melimpahkan risiko dan tanggung jawab ke pekerja. Seringnya, perempuan yang memikul beban terberat.
Pengetahuan astronomi di Indonesia telah berkembang sejak abad ke-7 Masehi. Candi dan prasasti merekam hal tersebut.
Tes genetik kini wajib bagi atlet perempuan di Olimpiade. Hal ini dinilai terlalu menyederhanakan fakta biologis dan dapat mendiskriminasi sejumlah atlet perempuan.
Belum pernah terjadi sebelumnya sebuah negara tuan rumah Piala Dunia terlibat perang dengan negara peserta. Lantas, bagaimana nasib tim nasional putra Iran selanjutnya?
























