Articles on Perempuan
Displaying 141 - 158 of 158 articles
Sistem Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Indonesia didominasi oleh pria dan hal ini membuat perempuan enggan masuk ke politik.
The Conversation Indonesia berkunjung ke rumah Julia Suryakusuma, seorang feminis, aktivis, dan penulis buku State Ibuism untuk berbincang mengenai kesetaraan jender
Kecilnya jumlah perempuan berkarir sebagai peneliti bermula dari tahap pendidikan doktor (PhD) dan berlanjut terus pada tingkat organisasi kerja yang tidak mendukung perempuan.
Variabilitas laki-laki lebih besar pertama kali diusulkan sebagai penjelasan untuk superioritas laki-laki pada era 1800, dan pemikiran tersebut tidak pernah hilang.
Sudah 14 tahun sejak Indonesia memberlakukan UU PKDRT, tetapi korban KDRT masih menghadapi stigma ketika bersuara.
Mitos lama bahwa perempuan berpendidikan tinggi di atas usia 40 akan sulit menikah masih bertahan. Sebenarnya, hal ini tidak benar di AS, tapi di Cina beda lagi.
Sebuah survei yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan semakin fleksibel peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, maka akan semakin bahagia kehidupan mereka dalam keluarga.
Para putri bukan panutan yang baik jika kita mau mengajarkan mereka kepemimpinan.
Selain algoritme, komposisi jenis kelamin di ruang redaksi adalah faktor lain yang berdampak pada cara penggemar perempuan seksi dipotret dalam Piala Dunia.
Legislator perempuan dan laki-laki beda pendapat mengenai penyebab sulitnya perempuan menang dalam pemilu. Mereka juga beda pendapat mengenai legitimasi dan efektifitas kebijakan kuota gender.
Pekerja rumahan menerima banyak beban risiko kerja disebabkan keterasingan mereka dari data statistik, pengakuan, dan regulasi pemerintah.
Menarik bahwa pengaturan terhadap cara berpakaian perempuan terjadi di berbagai belahan dunia. Dan tidak hanya terjadi di negara Islam saja.
Sejumlah perempuan yang pernah menggunakan dan membela hak penggunaan cadar tertutup penuh yang dikenal sebagai niqab memilih untuk berhenti menggunakannya. Dua perempuan membagi kisah mereka.
Pekerja rumahan adalah penopang perekonomian yang diabaikan keberadaanya. Konsekuensinya, hak mereka banyak dilanggar.
Kuota gender yang mewajibkan partai untuk menempatkan perempuan sedikitnya 30 persen di daftar calon tetap (DCT) belum mendongkrak keterpilihan perempuan secara signifikan.
Aktivis hak perempuan dari Australia dan Indonesia harus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama untuk belajar dari satu sama lain dalam melawan KDRT.
Pertanyaan “apakah nyaman” saat pemerkosaan sering diajukan penyidik pada korban pemerkosaan. Pertanyaan semacam ini menempatkan penyintas pada posisi “dikorbankan berulang-ulang”.
Ada lebih dari 500 studi tentang efek sepatu hak tinggi pada kesehatan.
















