Articles on kerusakan lingkungan
Displaying all articles
CC BY67.8 MB (download)
Indonesia sebentar lagi menyambut peringatan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81. Momentum perayaan kemerdekaan ini selayaknya tidak hanya diisi dengan kemeriahan pesta dan perlombaan semata, melainkan…
PBB, FAO, dan negara sebenarnya telah memiliki panduan dasar untuk pengembangan program food estate. Tapi implementasinya masih jauh api dari panggang.
Pemerintah tak cukup hanya sekadar mencabut izin perusahaan penyebab banjir Sumatra, perlu reformasi tata kelola dan memastikan pemulihan lingkungan sepenuhnya.
Jika tambang tidak dihentikan, Pulau Jawa semakin tidak layak huni di masa depan. Sejumlah wilayah pesisir terancam tenggelam.
Selain tersingkirkan karena aktivitas eksploitasi, nomad laut tidak bisa berlindung ke aparat karena persoalan kependudukan dan catatan sipil.
Warisan Wallace jauh melampaui evolusi. Dia adalah salah satu ‘environmentalist’ global paling awal di dunia.
Penggunaan pelajaran agama dalam pendidikan hemat energi dapat menumbuhkan kesadaran lebih karena terkait dengan perintah ajaran agama yang menjadi keyakinan siswa.
Jumlah konflik terus naik, dan tak semua kerusakannya langsung terjadi. Perang meninggalkan kerusakan lingkungan jangka panjang.
Ekosistem dunia perlu dipulihkan–dan dengan cepat. Perusahaan-perusahaan besar mempunyai peluang yang baik untuk melakukan hal ini.
Kita telah melewati batas yang aman dan adil untuk sistem Bumi yang vital, mulai dari perubahan iklim hingga biosfer dan penggunaan pupuk dan air tawar.
Tuntutan hukum ini mirip dengan upaya legal melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh perusahaan tembakau.
Ini kata para ahli hukum lingkungan dan HAM terkait banjir di Kalimantan Selatan.
Dalam UU Cipta Kerja 2020, hilangnya frasa “tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan"melepaskan korporasi dari tanggung jawab dan menambah beban korban kejahatan lingkungan.












