Articles on Kecerdasan buatan
Displaying 21 - 40 of 61 articles
Cepat atau lambat, kehadiran AI akan berdampak pada ekosistem hak cipta dan masa depan pekerja seni. Dunia butuh desain regulasi AI yang seimbang.
Kemunculan AI yang kini bisa menghasilkan gambar serupa karya seni terkenal menimbulkan kekhawatiran baru, khususnya soal hak cipta dan data pribadi. Mengapa?
Empat perusahaan teknologi Cina yang berpotensi menjadi pesaing besar di ekonomi global seperti DeepSeek.
Penelitian menunjukkan bahwa alih-alih menggantikan keahlian manusia, AI dapat membantu menciptakan kesetaraan dengan meningkatkan kemampuan pekerja kurang berpengalaman
Mendiang Elvis Presley bisa tetap menghasilkan pundi-pundi pendapatan hingga Rp8 triliun berkat ‘necro-branding’.
Tingginya penggunaan AI di kalangan mahasiswa memunculkan risiko terkait kebocoran data, kesehatan mental dan keaslian karya. Bagaimana memitigasinya?
Pendanaan AI begitu melimpah, tapi tak sedikit perusahaan yang memiliki keterbatasan kualitas dan keandalan teknologi. Akankah ‘tech bubble’ ketiga terjadi lagi?
The Conversation Indonesia (TCID) meluncurkan YTTA.ai, sebuah proyek eksperimen dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Meningkatkan kesadaran tentang bahaya konten manipulatif dapat membuat masyarakat menjadi konsumen informasi yang lebih kritis melalui lokakarya, kampanye media, dan kurikulum pendidikan.
Penggunaan AI dalam dunia pendidikan masih menimbulkan pro dan kontra. Tapi sebenarnya, AI memiliki potensi untuk mempercepat tercapainya pendidikan berkualitas. Mengapa?
Mengenakan jubah cokelat-putih berkerudung, chatbot Yesus tersedia 24/7 untuk menjawab setiap dan semua pertanyaan di saluran Twitch-nya, ‘ask_jesus’.
Walau 67% responden memiliki pandangan positif terhadap Gen AI dan masa depannya, ada 47% responden yang khawatir terhadap potensi isu negatif yang dapat terjadi dari penggunaan Gen AI.
Potensi terbesar dari penggunaan AI adalah pada sektor pertumbuhan ekonomi.
Kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi memperparah penciptaan dan penyebaran disinformasi dalam Pemilu 2024, namun dapat pula membantu menangkalnya.
Ada dua perspektif yang berbeda terkait arah kebijakan AI. Perspektif pertama menyatakan bahwa teknologi itu netral, sedangkan yang kedua berpendapat bahwa teknologi itu sarat nilai.
Jika pelajar dan mahasiswa marak menggunakan ChatGPT untuk menulis esai dan menjawab soal, apa yang bisa dilakukan dosen dan pengajar untuk mengantisipasinya?
AI dapat memberi celah bagi penjahat dunia maya untuk beroperasi dengan lebih mudah dan memakan korban dengan skala yang lebih besar.
Fintech kadang hanya dipahami sebagai pinjol. Kenali perkembangan, ragam, dan potensi risiko fintech di Indonesia.
Penggunaan AI generatif, alat penghasil bahasa dan gambar yang luar biasa kuat yang menggemparkan dunia memiliki jejak karbon yang besar. Namun, tidak semua AI sama ‘kotornya’.
Tak hanya dalam konteks belajar dan riset, pemanfaatan AI dengan tepat bisa membantu perguruan tinggi meningkatkan pengelolaan sumber daya serta kualitas layanan kampus.



















