Articles on Gen Z
Displaying 1 - 20 of 46 articles
Pertanyaannya saat ini adalah benarkah akar persoalannya terletak pada kemampuan individu mengatur waktu, atau justru pada cara organisasi merancang pekerjaan?
Di tengah kehidupan yang penuh tekanan, masyarakat – terutama kaum muda – memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memahami spiritualitas dan mempraktikkan agama. Apa risikonya?
Angka pernikahan dan kelahiran yang rendah membuat laju transisi Indonesia menjadi negara berpopulasi tua makin cepat
Bermodalkan gulungan rol film, sebagian generasi muda kini memilih keluar dari belenggu algoritma media sosial demi menikmati hidup dengan cara yang terasa lebih terencana, personal, dan nyata.
Memiliki rumah melalui KPR sah-sah saja. Tapi yang perlu dipertimbangkan baik-baik adalah mitigasi risiko dan ketahanan finansial kita dalam mengarungi cicilan berpuluh-puluh tahun.
kses info luas belum diikuti pemahaman, sehingga perencanaan haji kurang matang.
Kalaupun Gen Z dianggap tak layak kerja, mengapa para pemberi kerja enggan merekrut pekerja senior yang memiliki karakteristik etos kerja gaya lama.
Merek yang menggabungkan efisiensi biaya dengan storytelling, komunitas, dan pengalaman relevan bagi konsumen muda berpeluang bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Media alternatif seperti Folkative, USS Feeds, dan Cretivox, yang cepat beradaptasi dengan format media sosial, terbukti lebih memuaskan Gen Z dalam aspek hiburan dan kenyamanan. Mengapa?
Bergantung pada pola dari preferensi pengguna bikin AI rentan bias dan salah diagnosis. Ini alasan konsultasi psikologis tetap harus ke psikolog dan psikiater.
Tingginya aktivitas digital Indonesia ditopang energi fosil, menciptakan jejak emisi karbon signifikan yang menjadi tantangan bagi pencapaian target iklim nasional.
Satu dari tiga kaum muda Indonesia mengalami gangguan mental. Apa yang bikin mereka enggan cari bantuan psikologis?
Desain rumah ramah lingkungan bisa mengurangi konsumsi energi rumah tangga secara drastis.
Kebiasaan yang dicontohkan orang lain lebih berpengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan Gen Z, dibanding perintah atau suruhan.
Zilenial memilih karier sesuai nilai dan nurani, seperti green jobs, yang memberi penghasilan sekaligus dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Pola makan berbasis nabati bisa mengurangi jejak karbon dan emisi gas rumah kaca.
Simak sejumlah alasan anak muda Indonesia pakai aplikasi kencan serta tips aman mengunakannya.
Gen Z ramai-ramai ‘thrifting’! Gaya unik, harga ramah kantong—Benarkah ini karena peduli lingkungan atau cuma tren yang bikin belanja makin kalap?
Krisis iklim bisa memicu kecemasan berlebihan (‘eco-anxiety’) yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Riset mengungkap kecanduan media sosial dapat menyebabkan remaja mengalami gangguan makan. Kondisi ini bisa picu masalah medis serius.



















