Articles on Generasi Z
Displaying all articles
Kenapa pemuda menjadi entitas paradoks, dirayakan tapi juga dicaci? Saat mendiskusikan pemuda, sebetulnya siapa yang sedang kita bicarakan?
Hidup di zaman sekarang ibarat berada di ‘roller coaster’ tanpa sabuk pengaman. Generasi muda mesti pintar beradaptasi dan mencari cara baru untuk bertahan.
Alasan generasi muda Indonesia membeli mobil listrik tak hanya soal peduli lingkungan. Rasa kasih pada sesama hingga pencapaian sosial jadi motivasi pembelian
Riset menemukan dua pandangan berbeda kaum muda terhadap politik.
Ada yang tertarik dengan politik, ada yang tidak tertarik dengan politik (apolitis).
PDI-P cenderung melihat media sosial hanya sebagai sarana branding partai, sedangkan PSI melihatnya juga sebagai wadah untuk berdialog dengan publik.
Selama ini, ada dugaan umum bahwa minat Gen Z terhadap pekerjaan-pekerjaan impian generasi sebelumnya, termasuk PNS, cenderung memudar. Riset menemukan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu.
Riset kami menemukan bahwa meski Gen Z di Indonesia cenderung percaya pada sumber kredibel, mereka masih kesulitan mendeteksi hoaks yang beredar di media sosial.
Di tengah era ekonomi yang disruptif dan semakin beragam ini, Gen Z lebih peka terhadap berbagai jenis perbedaan latar belakang di tengah masyarakat. Industri harus lebih sigap menanggapi perubahan ini.
Para responden Generasi Z dalam survei kami menyatakan kepercayaan diri yang tinggi untuk memasuki dunia kerja, dengan keterampilan profesional yang mereka rasa selaras dengan kebutuhan oleh industri.
Sebelum berkecimpung dalam gig economy dan bisnis platform – yang berpotensi menimbulkan bubble ekonomi – ada baiknya kita berpikir ulang soal stabilitas dan keamanan kerja.
Bentuk aksi iklim anak muda masih didominasi oleh praktik konsumsi ramah lingkungan. Ini penting, tapi kita perlu mendorong bentuk aktivisme yang lebih berdampak.
Apakah benar minat generasi muda pada karier PNS telah (atau berpotensi) menurun? Dan apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan minat mereka di masa depan?
Upaya menawarkan narasi alternatif dari Peristiwa 1965 terus berlangsung di dunia digital.
Begitu melek, dalam genggaman Generasi Z sudah ada internet. Mereka tidak terkagum-kagum akan kemudahan dan kepraktisan internet.












