Articles on Biodiversitas
Displaying 21 - 40 of 63 articles
Keong darat adalah spesies yang rentan punah. Sayangnya, ia seolah terabaikan dalam perbincangan publik seputar pelestarian kehidupan liar.
Warga lokal membutuhkan peningkatan kemampuan pengolahan hasil hutan dan pemasaran menjadi cuan untuk menopang penghidupan mereka.
Kekeringan berdampak parah bagi amfibi, ikan-ikan, primata, kehidupan laut, hingga reptil purba.
Bogor dan Depok memiliki keberagaman jenis kupu-kupu lebih banyak. Jakarta paling sedikit.
Bersama warga, ilmuwan muda menemukan banyak cara untuk mengatasi tantangan pelestarian spesies terlupakan di Indonesia.
Airborne DNA memungkinkan peneliti untuk mengetahui keberadaan satwa terancam yang sulit dijumpai melalui DNA yang ditinggalkannya di udara.
Kita telah melewati batas yang aman dan adil untuk sistem Bumi yang vital, mulai dari perubahan iklim hingga biosfer dan penggunaan pupuk dan air tawar.
ARMS dapat mengundang berbagai macam organisme bergerak seperti ikan, kepiting, udang ataupun organisme sesil (menetap) seperti karang, spons laut, untuk tinggal di dalamnya.
Setelah 16 tahun, negara-negara akhirnya mengesahkan Traktat Laut Lepas. Ini empat aspek kuncinya.
Ada tiga hambatan perempuan untuk bergiat di sektor konservasi, mulai dari stigma, keamanan dalam bekerja, hingga kebijakan organisasi.
Panel surya bisa jadi tempat yang cocok untuk satwa-satwa beristirahat, berlindung, dan berkembang biak – berpotensi menambah kesuburan lahan yang bermanfaat bagi petani.
Pandangan baru merekomendasikan kawasan lindung lebih inklusif serta mengakomodasi kepentingan sosial, ekonomi, dan ekologi yang lebih luas.
Konferensi Biodiversitas PBB (COP15) di Montreal, Kanada, sudah berakhir. Berikut ini langkah selanjutnya yang perlu dilakukan.
Para perunding berharap bisa menempatkan umat manusia untuk hidup selaras dengan alam pada 2050.
Sebuah studi tentang tweet yang diposting pada tahun 2019 menemukan bahwa cuitan tentang konservasi gajah tidak selaras dengan ancaman terbesar yang sebenarnya terhadap satwa ini.
Pemerintah dapat memikirkan opsi-opsi pengembangan perekonomian yang harmonis dengan alam, misalnya dengan pariwisata yang mengambil manfaat dari kelestarian biodiversitas.
Manusia tidak akan bertahan hidup dengan lama tanpa mengandalkan spesies lain yang tak terhitung jumlahnya.
Indeks keanekaragaman hayati yang kami susun menangkap risiko iklim untuk hampir 25.000 spesies laut dan ekosistemnya. Ini menjadi awalan pendekatan cerdas-iklim untuk pengelolaan dan konservasi.
Indonesia memiliki modal besar menangani krisis lingkungan dengan berbekal sumber daya laut, hutan, dan biodiversitas.
Indonesia tidak memiliki basis data seluruh populasi satwa. Riset yang dilakukan juga masih jarang menyentuh satwa di kawasan Indonesia tengah maupun timur.


















