Articles on Banjir Sumatra
Displaying 21 - 34 of 34 articles
Bantuan instan jadi jalan pintas politikus untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat harus kritis dan sadar akan politisasi bencana.
Apakah kemeriahan Harbolnas dan perjalanan wisata yang mencapai puncaknya di akhir tahun ini bisa sama seperti tahun-tahun sebelumnya?
Banjir Sumatra nyaris nihil kepemimpinan negara. Ribuan relawan turun, tapi negara justru seperti tak hadir sebagai otoritas. Apa dampaknya jika tanggap darurat dibiarkan tanpa arah?
Perubahan iklim dan siklon tropis hanya menjadi pemicu banjir Sumatra. Biang keladi sebenarnya adalah pemburu rente, oligarki, dan resentralisasi kekuasaan yang sudah lama mengakar di Indonesia.
Saat respons pemerintah terhadap bencana lambat, warga harus lebih siaga. Ada banyak aplikasi dan data satelit yang bisa diakses secara gratis untuk memantau kondisi sekitar.
Dalam situasi krisis, publik memilih jalur yang memberikan rasa kepastian paling cepat. ‘Influencer’ menawarkan hal tersebut.
Deklarasi bencana nasional yang lebih dini penting untuk respon yang akuntabel dan komitment untuk pemulihan ekologis, infrastruktur, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Warga terdampak bencana Sumatra dapat menggugat pemerintah ke pengadilan. Gugatan bisa diajukan melalui pengadilan tata usaha negara maupun pengadilan negeri .
Di tengah situasi bencana, anak-anak butuh perhatian khusus. Dukungan psikologis awal (PFA) bisa jadi langkah sederhana untuk membantu mereka.
Banjir di Sumatra bukan semata bencana alam. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan proyek ekstraktif memperburuk bencana. Keputusan politik ikut menciptakan bencana.
CC BY68.4 MB (download)
Banjir Sumatra sekaligus menyingkap kenyataan bahwa Indonesia belum mempunyai data primer kondisi geologis di tiap wilayah yang cukup merata dan detail, sehingga upaya pencegahan banjir sulit efektif.
Banjir Sumatra menjadi contoh ‘slow violence’ atau kekerasan negara yang tak terlihat akibat kebijakan yang memicu kerusakan lingkungan dan pembiaran selama puluhan tahun.
Banjir dan longsor bukan hanya akibat hujan ekstrem, tetapi karena ekosistem yang rusak akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.
Badai tropis di daerah khatulistiwa jarang terjadi. Itulah salah satu alasan mengapa Badai Senyar menyebabkan kerusakan yang begitu parah di Indonesia dan Malaysia.













