Articles on Twitter
Displaying 1 - 20 of 31 articles
Penelitian saya menemukan setidaknya 60 kasus ujaran kebencian dalam rentang waktu dua bulan yang menargetkan ketiga calon presiden Pemilu 2024.
Indonesia belum memiliki regulasi yang dapat mendorong tanggung jawab detail platform media sosial untuk memitigasi penyebaran konten ilegal.
Perempuan membutuhkan perlindungan yang lebih baik dari kebencian online dan misogini, baik saat menggunakan media sosial maupun saat bekerja di perusahaan teknologi.
Sementara raksasa media sosial lainnya menggelepar, LinkedIn sukses bertahan.
Proses di balik layanan dan sistem interaksi di media sosial punya kekuatan untuk membentuk bagaimana kita menjalin perdebatan di ruang maya.
Moderasi konten masih akan tetap memegang peranan penting pada era digital.
Mastodon adalah perangkat lunak sumber terbuka yang memungkinkan jaringan media sosial terdesentralisasi. Ini beroperasi secara berbeda dari platform media sosial milik perusahaan yang umum digunakan.
Setelah mengakuisisi Twtter, Elon Musk mengusulkan bahwa pengguna bisa ‘membeli’ lencana verifikasi dengan harga hanya US$8. Sistem yang problematis ini akan punya konsekuensi yang luas.
Kebijakan dan sikap moderasi konten platform media sosial terhadap informasi yang salah (misinformasi) sangat penting untuk memerangi misinformasi.
Jika Twitter bubar, akan banyak sumber data berharga dan metode berbagi informasi yang akan turut hilang. Padahal banyak aktivis, jurnalis, petugas kesehatan umum, hingga ilmuwan mengandalkan hal ini.
Manajemen perubahan sering berjalan tak sesuai rencana – tapi saat ini kita bahkan kesulitan menebak apakah Musk punya rencana atau tidak
Gejolak di Twitter membuat banyak komunitas ingin hengkang. Tapi, riset menemukan suatu komunitas tidak akan bisa sepenuhnya sukses memindahkan jejaring mereka dari satu platform ke platform lain.
Heboh Elon Musk beli Twitter, apa kata pakar?
Dorsey telah menunjukkan bahwa ia berbeda dari orang-orang seperti Mark Zuckerberg yang tetap bertahan di perusahaan tradisional.
Big tech semakin memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat kekuasaan mereka. Banyak pertanyaan kini timbul tentang bagaimana legitimasi, hak-hak dan demokrasi di era digital.
Jurnalis semestinya bebas berekspresi di media sosial. Namun, hal ini kerap menjadi dilema bagi organisasi media tempat mereka bekerja.
Pandemi membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu daring untuk sekolah, bersosialisasi, dan bekerja. Agar penggunaan berdampak positif, kita perlu mengelola waktu dan aktivitas daring kita.
Jika Anda ingin memberi dan mendapatkan bantuan dari jaringan online Anda, penelitian baru menyarankan agar jumlah “teman” Anda tetap rendah.
Komunitas gay Indonesia menggunakan media sosial untuk meruntuhkan sigma lewat empat strategi.
Sebagai ruang publik baru, media sosial memiliki data penting bukan saja untuk penelitian ilmiah, tapi juga agar peneliti dapat terlibat mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat.


















