Articles on misinformasi
Displaying 1 - 20 of 36 articles
Dengan mendorong orang untuk berimajinasi di luar pengalaman mereka sendiri, membaca puisi dapat membantu mereka melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda.
Simak tip yang dapat dilakukan jika pasanganmu percaya teori konspirasi.
Keputusan Kementerian Kesehatan untuk memperluas penggunaan teknologi dalam proyek percontohan di lima kota itu memiliki dasar kajian yang kuat.
Maraknya misinformasi tentang ODGJ saat Pemilu dapat berakibat pada hilangnya hak dasar mereka untuk ikut serta dalam memilih. Apa saja jenis misinformasi ini?
Dibutuhkan kontribusi yang lebih baik dari beragam aktor, mulai dari pemerintah, platform digital hingga kelompok masyarakat sipil untuk melawan gangguan informasi pada menjelang Pemilu 2024.
Meningkatkan kesadaran tentang bahaya konten manipulatif dapat membuat masyarakat menjadi konsumen informasi yang lebih kritis melalui lokakarya, kampanye media, dan kurikulum pendidikan.
TCID bekerja sama dengan Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), meluncurkan kolaborasi Panel Ahli Cek Fakta untuk menangkal dis/misinformasi menjelang Pemilu 2024.
Indonesia belum memiliki regulasi yang dapat mendorong tanggung jawab detail platform media sosial untuk memitigasi penyebaran konten ilegal.
Aktivitas cek fakta masih terpusat di media sosial, padahal misinformasi juga cepat menyebar melalui aplikasi perpesanan seperti Whatsapp. Notifikasi push yang dipersonalisasi dapat membantu.
Secara psikologis, individu yang menerima informasi palsu secara perlahan membangun keyakinan mereka yang baru. Ini bisa mendorong mereka untuk ikut mendukung dan menyebar informasi itu.
Inisiatif cek fakta memang penting, tetapi perlu lebih banyak konten dalam bentuk visual agar dapat menarik lebih banyak perhatian publik.
Kami butuh pengawasan lebih untuk TikTok ketika Indonesia bersiap untuk pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun depan.
Kita sering menganggap misinformasi bisa mengarahkan pada keyakinan yang salah, dan kemudian menyebabkan perilaku antisosial. Sejauh ini hanya ada sedikit bukti yang mendukung argumentasi tersebut.
Kebijakan dan sikap moderasi konten platform media sosial terhadap informasi yang salah (misinformasi) sangat penting untuk memerangi misinformasi.
Disinformasi adalah wabah yang menginfeksi semua bentuk media, tetapi banyak upaya dapat dilakukan mengendalikannya.
Riset kami menemukan bahwa meski Gen Z di Indonesia cenderung percaya pada sumber kredibel, mereka masih kesulitan mendeteksi hoaks yang beredar di media sosial.
Membangun budaya rasionalitas di kampus bisa membantu menegakkan asas penalaran dan kebenaran ilmiah, sekaligus mengurangi hoaks - bahkan yang rawan disebarkan oleh seorang profesor.
Pada suatu era yang semakin susah untuk membedakan antara kebenaran dan informasi palsu, Wikipedia hadir sebagai alat yang aksesibel untuk mendukung proses cek fakta dan melawan misinformasi.
Sebuah penelitian menemukan bahwa melacak informasi yang salah dan disinformasi di TikTok merupakan upaya yang sulit.
Upaya menangkal misinformasi di level individu dan platform perlu dibarengi dengan upaya kebijakan dan kebudayaan.


















