Articles on Tenaga Kerja Indonesia
Displaying all articles
Pembahasan mengenai green job masih menjadi sub pembahasan dalam dokumen kebijakan yang masih cenderung makro tanpa turunan kebijakan teknis yang komprehensif.
Para pekerja migran perempuan telah menjadi korban ketidakpastian yang disebabkan oleh sistem migrasi yang cenderung ekspolitatif kapitalis yang membuat mereka kehilangan hak-haknya sebagai pekerja.
Perempuan pekerja migran domestik dan purna menjadi salah satu kelompok yang terkena dampak paling parah selama pandemi. Dampaknya masih mereka rasakan hingga menjelang berakhirnya pandemi ini.
Sistem tata kelola pekerja migrran oleh pemerintah Indonesia masih bermasalah. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa dari sekitar 9 juta pekerja migran, baru setengahnya yang berstatus legal.
Masih banyak masyarakat di Indonesia, terlebih anak-anak, yang belum paham bahwa kategori kekerasan seksual dimulai dari bentuk yang paling ‘ringan’, tidak melulu soal perbuatan ekstrem.
Keluarga pekerja migran sulit mengakses layanan kesehatan dan kehilangan penghasilan selama pandemi
Tenaga kerja perempuan masih mengalami banyak permasalahan di Indonesia. Sudah ada undang-undang yang mengatur hak ini dengan jelas, namun belum dilaksanakan dengan baik.






