Articles on Pekerja migran
Displaying all articles
Riset terbaru menunjukkan bahwa anak-anak pekerja migran yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri sangat rentan terkena dampak sosial dan psikologis.
Pekerja migran, termasuk pekerja rumah tangga, turut meramaikan rangkaian Pemilu 2024. Keterlibatan mereka tak terbatas hak pilih, namun juga mobilisasi politik dan transfer ide.
Pekerja migran perempuan yang terpaksa pulang saat pandemi COVID-19 tak hanya harus berjuang mencari penghasilan baru, namun juga terkena stigma dan menanggung beban ganda sebaga ibu rumah tangga.
Selama perhelatan Piala Dunia FIFA 2022, banyak yang menyoroti bagaimana turnamen tersebut penuh kontroversi dan politisasi, tetapi olahraga dan politik memang tidak dapat dipisahkan.
Masih banyak masyarakat di Indonesia, terlebih anak-anak, yang belum paham bahwa kategori kekerasan seksual dimulai dari bentuk yang paling ‘ringan’, tidak melulu soal perbuatan ekstrem.
Bagi pekerja domestik, sistem kerja WFH dan anjuran untuk “stay at home” memberikan beban dan tantangan tersendiri, termasuk peningkatan jam kerja dan penambahan jenis pekerjaan.
Peraturan pemerintah baru untuk merekrut dan mengontrak ABK perikanan migran memiliki kompleksitas hukum yang dapat membahayakan upaya untuk melindungi para pekerja.
Apakah pekerja Indonesia di luar negeri bermanfaat buat Indonesia secara ekonomi, atau justru bentuk kegagalan negara dalam memepertahankan telanta lokal?
Meningkatnya angka pemutusan hubungan PMI berdampak pula meningkatkan angka pengangguran.
Keluarga pekerja migran sulit mengakses layanan kesehatan dan kehilangan penghasilan selama pandemi
Peran sekolah dalam memberikan bimbingan dan pendampingan karir bagi anak pekerja migran dianggap penting.










